Tanamkan Budaya Safety Riding, Astra Motor Bali Sasar Panti Asuhan

Edukasi keselamatan berkendara momentum penting bagi anak-anak karena mereka mulai bersentuhan sepeda motor untuk mobilitas harian sekolah.

22 Januari 2026, 19:08 WIB

DenpasarAstra Motor Bali hadir untuk menanamkan benih kepedulian melalui edukasi keselamatan berkendara bagi puluhan anak panti asuhan pada Kamis (22/1).

Kegiatan ini menjadi momentum penting, mengingat sebagian dari anak-anak tersebut sudah mulai bersentuhan dengan sepeda motor untuk mobilitas harian sekolah.

Sadar akan risiko di jalan raya, Astra Motor Bali merasa perlu membekali mereka dengan “perisai” pengetahuan sejak dini.

Suasana belajar yang biasanya kaku berubah menjadi interaktif saat Instruktur Safety Riding, Yosepth Klaudius, memaparkan materi.

Sebanyak 30 anak panti menyimak dengan antusias saat diajarkan pentingnya perlengkapan dasar:

Helm Standar SNI: Bukan sekadar aksesori, melainkan pelindung nyawa.

Jaket dan Sepatu: Perlindungan tubuh yang sering terlupakan namun vital.

Prediksi Bahaya: Melalui tayangan video edukatif, anak-anak diajak mengenali risiko lalu lintas sebelum bahaya itu benar-benar terjadi.

Edukasi ini bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari visi besar Sinergi Bagi Negeri.

Astra Motor Bali ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan edukasi keselamatan.

“Prinsip kami adalah setiap orang yang menggunakan sepeda motor wajib memahami pentingnya keselamatan berkendara. Semangat #Cari_Aman harus dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas di jalan raya,” ungkap Ngurah Iswahyudi, PIC Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali.

Iswahyudi menambahkan, menyasar anak-anak panti asuhan adalah bentuk kepedulian perusahaan di bidang pendidikan dan keselamatan.

Harapannya, bekal pengetahuan ini mampu membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab dan peduli pada keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui langkah kecil di panti asuhan ini, Astra Motor Bali berharap dapat menciptakan dampak besar: melahirkan pengendara yang tidak hanya mahir di jalan, tetapi juga memiliki empati dan kesadaran tinggi untuk menjaga kehidupan. ***

Berita Lainnya

Terkini