Tangani Darurat Sampah Bali, Menteri LH Wajibkan Pemilahan dari Sumber Mulai Bulan Depan

6 Maret 2026, 08:56 WIB

Badung – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Faisol Nurofiq, menegaskan langkah drastis untuk mengatasi krisis sampah di Bali. Dalam aksi “Korve Bersih Sampah” di Pantai Jimbaran, Kamis (5/3).  pemerintah pusat menginstruksikan sistem pemilahan sampah dari sumber wajib tuntas dalam waktu satu bulan.

Menteri Faisol Nurofiq yang didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, menyatakan bahwa persoalan sampah di Pulau Dewata telah menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat internasional.

Dalam arahannya, Menteri LH menegaskan pola pengelolaan sampah konvensional “pungut-angkut-buang” ke TPA Suwung harus segera dihentikan. Saat ini, kondisi TPA Suwung dilaporkan telah melampaui kapasitas (overloaded) dan memicu kerusakan lingkungan serius.

“Kita tidak bisa lagi menunda. Mulai sekarang wajib pilah sampah dari sumber. TPA Suwung kini bahkan masuk dalam proses penyidikan kementerian dan akan dikenakan sanksi berat sebagai langkah penegakan hukum,” tegas Faisol.

Berdasarkan data Kementerian LH, sekitar 60% sampah di Bali merupakan material organik.

Oleh karena itu, Menteri LH memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung untuk menuntaskan sistem pemilahan sampah organik di tingkat rumah tangga dan fasilitas publik paling lambat satu bulan ke depan.

Langkah ini dianggap krusial mengingat proyek pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik (waste to energy) memerlukan waktu transisi sekitar 2,5 hingga 3 tahun untuk beroperasi penuh.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Menteri LH menyerahkan bantuan simbolis berupa dua unit mesin pemotong kayu kepada Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.

Alat ini diharapkan mempercepat penanganan sampah kiriman berupa kayu dan bambu yang kerap mengotori kawasan pantai.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kebijakan pusat tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga pelajar sangat diperlukan untuk menjaga citra Bali sebagai wajah pariwisata Indonesia.

“Bali tanpa sampah tentu akan semakin menawan bagi wisatawan mancanegara. Mari kita hadirkan yang terbaik melalui gerakan Bali Bersih,” tutup Menteri LH. ***

Berita Lainnya

Terkini