Tanpa Menunggu Pemerintah, Pramuka Bergerak Turut Tangani Covid-19

21 Februari 2021, 14:17 WIB

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali I Made Rentin/ist

Denpasar – Seorang anggota Pramuka harus bergerak tanpa menunggu
perintah, ikut serta dalam upaya penanganan dan memutus rantai penyebaran
Covid-19.

“A Scout smiles and whistles under all circumstances. Seorang Pramuka tidak
pernah terkejut; dia tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak
terduga terjadi”.

Pesan bijak Baden Powell Bapak Pramuka, ini sangat relevan saat kondisi
sekarang, dimana Presiden menetapkan Covid-19 sebagai bencana nasional.

Dalam memperingati Hari Baden Powell ke 164 ditengah kondisi darurat saat ini,
seorang Pramuka dituntut untuk tanggap dan memiliki kepedulian serta “sense of
crisis yaitu kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Pramuka sebagai Duta Perubahan Perilaku wujud langkah nyata dari Pramuka,
turun dan turba ke tengah-tengah masyarakat untuk melakukan KIE (komunikasi
informasi dan edukasi) tentang penerapan protokol kesehatan di masa pendemi,”
ungkap Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali I Made Rentin, Minggu
(21/2/2021).

Kata Rentin, perjuangan ini masih panjang, jangan pernah lelah terus berkarya
dan membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Kak Made Rentin sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa gerakan Pramuka sebagai
Lembaga Pendidikan Non Formal diluar Sekolah dan diluar Keluarga memiliki
sistem Pendidikan yang sangat Holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satya.

Selain itu Pramuka juga turut melaksanakan pembinaan karakter bagi generasi
muda. Dari pembinaan itu, kegiatan Pramuka diharapkan dapat mewujudkan
generasi muda yang lebih tangguh dan maju sebagai calon-calon pemimpin bangsa
di masa yang akan datang.

“Gerakan Pramuka diharapkan dapat ikut berperan dalam mewujudkan Program
Pembangunan di Daerah Bali,” ujar kak Made Rentin yang juga menjabat sebagai
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

Diketahui bersama dalam gerakan pramuka dikenal seorang tokoh benama Rober
Baden Powell atau juga disebut Baron Baden Powell yg juga disubut bipi- Lord
Baden Powell, Letnan Satu tentara Ingris, lahir 22 February – 8 Januari 1941
adalah pendiri gerakan Kepanduan.

Pemerintah telah mempercayakan Pendidikan Karakter Generasi Muda kita kepada
Gerakan Pramuka dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 dan PP
Nomor 63 tahun 2013, dimana Pendidikan Kepramukaan merupakan Kurikulum Ekstra
Wajib di semua jenjang Pendidikan dari Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA/SMK.

Hal ini disebabkan karena Organisasi Gerakan Pramuka merupakan Organisasi yang
solid dari tingkat Desa (Gugus Depan), tingkat Kecamatan (Kwartir Ranting),
tingkat Kabupaten (Kwartir Cabang), tingkat Provinsi (Kwartir Daerah) sampai
ke Tingkat Pusat (Kwartir Nasional) dan Presiden RI sebagai Ketua Majelis
Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka.

Pihaknya berharap dalam memperingati hari baden powell ke 164 ini pramuka
diharapkan mampu meneladani hidup dan menghayati pesan – pesan Lord Robert
Baden Powell dalam aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan sebagai seorang
pramuka.

“Perjalanan hidup Bapak Pandu Sedunia dan warisan nilai – nilai dalam
aktivitas kepramukaan wajib kita hayati dan laksanakan sebagai seorang
Pramuka,” tandasnya.

Salah satu pedan Baden Powel yang selalu menjadi pedoman adalah bahwa pramuka
harus menyiapkan diri untuk menjadi warga negara yang baik bagi negaranya dan
dunia.

Rentin berpesan agar selalu menjadi teladan dalam penerapan 6M (Memakai
Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian Meningkatkan Imun,
dan Mentaati Aturan). Mengenai kebahagiaan dan kemanusiaan menjadi teladan
untuk kita semua,” tutupnya. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini