Tinggalkan Kesan Kumuh, Sisi Barat Malioboro Segera Bersolek Jadi Paru-Paru Hijau Kota

Pemkot Yogyakarta berencana menyulap eks sentra penjahit di sisi barat Malioboro menjadi ruang pedestrian modern dan taman kota yang hijau.

21 Januari 2026, 16:49 WIB

Yogyakarta– Kawasan ikonik Malioboro bersiap menyambut transformasi besar. Pemerintah Kota Yogyakarta mengonfirmasi akan menyulap eks sentra penjahit di sisi barat Malioboro menjadi ruang pedestrian modern dan taman kota yang hijau.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar estetika kota untuk mengembalikan fungsi ruang publik bagi masyarakat dan wisatawan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan,  seluruh bangunan lama di kawasan tersebut akan segera dibongkar.

Hal ini menyusul rampungnya proses relokasi para penjahit ke lokasi baru yang lebih representatif, yakni Pasar Terban.

Rencana penataan ini rupanya bukan kebijakan instan. Hasto mengungkapkan, pembenahan kawasan barat Malioboro, termasuk area permak jeans, telah menjadi prioritasnya sejak hari pertama ia dilantik setahun yang lalu.

“Sejak setahun lalu saya dilantik, itu langsung saya rencanakan supaya kawasan itu kita bersihkan. Saya ingin fungsinya kembali sebagai pedestrian dan taman,” ujar Hasto saat ditemui di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan, Rabu (21/1/2026).

Pemkot Yogyakarta memastikan proses perpindahan tidak sekadar menggusur, melainkan memindahkan ekosistem usaha ke tempat yang lebih baik.

Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan infrastruktur di Pasar Terban siap menunjang produktivitas para penjahit.

“Kami sedang siapkan dudukan mesin jahitnya agar pas dan nyaman digunakan. Begitu semua siap dan mereka masuk, kawasan lama akan langsung kita bersihkan,” jelasnya.

Proyek pembangunan taman dan jalur pedestrian ini dipastikan akan mulai dikerjakan pada tahun 2026 ini.

Selain fokus pada penataan Malioboro, Wali Kota Hasto juga memberikan perhatian khusus pada keluhan pedagang di Pasar Sentul yang mengalami penurunan omzet.

Sebagai bentuk keberpihakan, Pemkot Yogyakarta mengambil langkah nyata dengan memberikan dispensasi dan diskon retribusi.

Tanpa Kenaikan Biaya: Retribusi pasar dipastikan tidak naik, bahkan diberikan potongan harga.

Keringanan Pembayaran: Skema pembayaran dipermudah agar tidak memberatkan modal kerja pedagang.

Aktivasi Lantai Tiga: Pemerintah mendorong inovasi kreatif, seperti penyelenggaraan pasar murah, untuk menarik kembali minat pembeli ke lantai atas.

“Kita tidak menaikkan retribusi, malah didiskon. Untuk lantai tiga, kita dorong kreativitas pengelola dan pedagang agar suasana kembali hidup,” pungkas Hasto optimis.***

Berita Lainnya

Terkini