Tabanan– Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya, melaksanakan sosialisasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang dirangkai dengan Sosialisasi Posyandu 6 SPM serta pengelolaan sampah berbasis sumber melalui zoom meeting di Kantor Bupati Tabanan.
Usai kegiatan, beliau bersama jajaran melakukan kunjungan ke lokasi pengolahan sampah plastik Bali Harmoni di Desa Denbantas, Tabanan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, perangkat daerah terkait, serta Perbekel Desa Denbantas.
Gerakan Kulkul, program unggulan TP PKK Provinsi Bali, dilaksanakan serentak setiap Minggu pertama pukul 06.00–08.00 WITA.
Program ini bertujuan menumbuhkan semangat gotong-royong dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menuju Bali Bersih Sampah.
Dengan memanfaatkan kulkul bambu sebagai simbol komunikasi tradisional, masyarakat diajak membersihkan rumah, telajakan, balai banjar, dan tempat suci secara serentak.
Dalam kunjungan ke komunitas Bali Harmoni, Ny. Rai Wahyuni meninjau inovasi pengolahan sampah plastik menggunakan mesin pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah.
Rai Wahyuni menyampaikan apresiasi atas terobosan tersebut dan berharap inovasi ini dapat ditularkan ke rumah tangga lain sebagai penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Sampah plastik ini bisa diolah menjadi bahan bakar. Tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,” ujarnya.
Imam Kambali, pengelola rumah tangga pelopor pengolahan sampah, menjelaskan bahwa hampir semua jenis plastik dapat diolah kecuali PET, PVC, dan PC.
Plastik yang tidak dapat diproses dengan pirolisis diarahkan ke industri daur ulang.
Menariknya, plastik kresek yang bernilai ekonomis rendah justru dapat diolah menjadi bahan bakar.
Ia menambahkan, kendala utama terjadi saat musim hujan karena proses penjemuran plastik membutuhkan kondisi kering.
Selain sampah plastik, sistem pengelolaan juga mencakup sampah organik melalui konsep sirkular.
Sampah organik diolah menjadi pakan ikan, sementara kotoran ikan dimanfaatkan sebagai pupuk hortikultura. Dengan sistem ini, residu sampah hanya tersisa sekitar 1–2 persen.
Komunitas Bali Harmoni menggerakkan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah, yang kemudian dikumpulkan setiap minggu untuk diolah menjadi bahan bakar minyak.
Melihat keberhasilan sistem tersebut, Ny. Rai Wahyuni menilai inovasi ini berpotensi menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Tabanan.
Dia menegaskan komitmen TP PKK dalam mendorong gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari menjaga lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Inovasi ini sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi tempat lain. Sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi berkah,” tegasnya.***

