TP Posyandu Bali Matangkan Agenda 2026, Sinergikan Program Hingga Desa

Putri Koster menekankan pentingnya koordinasi berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa agar program Posyandu 2026 berjalan berkelanjutan

25 Januari 2026, 13:39 WIB

Denpasar – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar Rapat Teknis Koordinasi Tahun 2026 di Gedung Kertasabha, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/1).

Rapat dipimpin Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, dengan dihadiri Ketua TP Posyandu kabupaten/kota se-Bali, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Made Dwi Dewata, kepala perangkat daerah terkait, serta pengurus Posyandu tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Agenda rapat bertujuan menyinergikan program TP Posyandu provinsi dengan kabupaten/kota, sekaligus memperkuat peran tim pembina dalam pembinaan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dalam arahannya, Putri Koster menekankan pentingnya koordinasi berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan agar program Posyandu 2026 dapat berjalan lebih terencana, masif, dan berkelanjutan.

“Sinergitas, koordinasi, dan konsultasi itu sangat penting. Apa yang dirancang di tingkat provinsi harus benar-benar tersampaikan sampai ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Kalau alurnya jelas, program akan berjalan lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah kegiatan utama telah dirancang, antara lain pembasi Posyandu enam bidang SPM, penyaluran bantuan berupa beras, susu, dan telur kepada kader Posyandu di sembilan kabupaten/kota se-Bali, serta pelaksanaan dalam dua tahap sepanjang tahun 2026.

Selain itu, program Bina Posyandu difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis dan manajerial kader serta pengurus Posyandu, menjangkau ribuan kader di seluruh Bali.

Dalam rangka memperingati Hari Posyandu tingkat provinsi, TP Posyandu Bali juga akan menggelar lomba PSP PSBS, lomba Tim Pembina Posyandu, dan lomba Telajakan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi PSBS serta Kulkul Posyandu/PKK turut dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpegiat Posyandu.

Putri Koster menambahkan, peningkatan kapasitas dan kredibilitas pegiat Posyandu harus dibarengi dengan pertemuan rutin evaluasi.

“Kita harus sering bertemu, paling tidak sebulan sekali, untuk mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan. Dengan begitu, program Posyandu bisa semakin mantap dan tepat sasaran,” tegasnya.

Tahap awal pelaksanaan program dimulai dengan penyampaian informasi dari tingkat provinsi ke kabupaten/kota, kemudian diteruskan ke kecamatan hingga desa/kelurahan.

Melalui koordinasi lintas tingkat, diharapkan terbangun gerakan gotong royong di tingkat rumah tangga sebagai fondasi penguatan layanan Posyandu di Bali.***

Berita Lainnya

Terkini