Transformasi BTN: Hadir Sebagai Bank Consumer di Tengah Dinamika Ekonomi Bali

Selain penyesuaian skema KPR, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kini menitikberatkan transformasi menjadi bank transaksional.

16 Maret 2026, 04:19 WIB

DenpasarPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas strategi bisnis di Bali dengan fokus pada transformasi menjadi bank transaksional, menyasar ekosistem consumer banking di tengah tantangan penyediaan hunian bersubsidi akibat tingginya harga tanah.

Langkah ini dilakukan guna menggarap ekosistem consumer banking sekaligus menghimpun dana murah di tengah tantangan penyediaan hunian bersubsidi akibat tingginya harga tanah di Pulau Dewata.

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menjelaskan dominasi BTN di sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sudah diakui secara nasional.

Namun, di Bali, harga tanah yang terus meningkat membuat pembangunan rumah subsidi bergeser ke kawasan Tabanan dan Buleleng.

BTN pun membuka wacana penyesuaian batas harga rumah subsidi menjadi Rp 300 juta hingga Rp 400 juta, menyesuaikan dengan peningkatan rata-rata penghasilan masyarakat yang mencapai Rp 12 juta–Rp 14 juta per bulan.

Selain penyesuaian skema KPR, BTN kini menitikberatkan transformasi menjadi bank transaksional.

Bali, dengan perputaran ekonomi kuat di sektor pariwisata dan properti, dipandang sebagai pasar strategis untuk menghimpun dana pihak ketiga.

BTN ingin menjadi bank consumer yang melayani kebutuhan finansial harian nasabah, bukan sekadar bank KPR,” ujar Rully dalam diskusi bersama media di Denpasar, Minggu (15/3/2026).

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan aplikasi Bale by BTN, yang telah menembus 4 juta pengguna dalam dua tahun terakhir.

Aplikasi ini menyediakan layanan pembayaran listrik, PDAM, hingga pembelian tiket.

BTN juga menghadirkan fitur Bale Community untuk mempermudah transaksi komunitas, termasuk pembayaran iuran lingkungan secara digital.

Transformasi fisik turut dilakukan melalui kehadiran BTN Digital Store, yang menawarkan layanan perbankan modern berbasis teknologi nirkertas.

Proses pembukaan rekening kini dapat dipangkas dari 20 menit menjadi hanya lima menit, didukung oleh super staff yang melayani berbagai segmen dalam satu titik layanan.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Bagus Hendri Setiawan, menambahkan ekspansi ke segmen ritel, prioritas, UMKM, hingga korporasi mencerminkan perubahan orientasi BTN.

“Kami ingin hadir sebagai bank consumer yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sandang, pangan, hingga papan,” ujarnya. ***

Berita Lainnya

Terkini