Tujuh Rumah Sakit di Sleman Disiapkan Tangani Darurat Obstetri dan Neonatal

Sleman memperkuat layanan dilakukan di puskesmas, rumah sakit, hingga sistem kegawatdaruratan untuk mengantisipasi potensi kejadian kesehata!

12 Maret 2026, 05:34 WIB

Sleman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama masa libur dan arus mudik Lebaran 2026.

Penguatan layanan dilakukan di puskesmas, rumah sakit, hingga sistem kegawatdaruratan untuk mengantisipasi potensi kejadian kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr. Cahya Purnama, M.Kes, menyampaikan, puskesmas dengan layanan rawat inap akan tetap beroperasi 24 jam, sedangkan puskesmas non-rawat inap membuka layanan dari pukul 07.30 hingga 19.00 pada 18–24 Maret 2026.

Setelah periode tersebut, layanan akan berjalan sesuai jadwal piket standar.

Selain itu, Dinkes Sleman berkoordinasi dengan Sistem Emergency Services (SES) untuk menangani kondisi darurat. Masyarakat dapat menghubungi nomor 0811-2668-900 jika terjadi kedaruratan mendadak.

Kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi kejadian luar biasa, seperti keracunan makanan dan penyakit menular.

Dalam menghadapi kondisi darurat ibu dan bayi, tujuh rumah sakit di Sleman disiapkan sebagai fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek), yakni RSUP Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakinah Idaman, serta RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Layanan ini ditujukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dengan penanganan cepat dan terintegrasi.

Cahya mengungkapkan, pada 2025 terdapat sembilan kasus kematian ibu di Sleman, salah satunya akibat kehamilan tidak direncanakan sehingga pemeriksaan rutin tidak dilakukan.

Ia mengimbau masyarakat melaporkan ke puskesmas apabila ada ibu hamil, bersalin, atau nifas dari luar daerah agar dapat dipantau.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sleman, dr. Dedi Aprianto, menambahkan koordinasi telah dilakukan dengan seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk memastikan kesiapsiagaan layanan selama libur Lebaran.

Wilayah Sleman juga didukung armada penanganan darurat serta sistem SES untuk kasus kegawatdaruratan seperti serangan jantung.

Dinkes Sleman turut melakukan monitoring dan evaluasi ke seluruh puskesmas, termasuk mendata ibu hamil yang diperkirakan akan melahirkan saat masa cuti bersama Lebaran.***

Berita Lainnya

Terkini