Warga Jembrana Berebut Bayi yang Ditemukan di Jalan

25 Mei 2015, 16:14 WIB

JEMBRANA – Bayi laki-laki dalam kardus yang ditemukan warga di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya pada KM 88-89, Banjar Baler Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Jumat (22/5/2015), ternyata jadi rebutan warga.

Pasca terungkapnya kasus tersebut, Minggu (24/5) sore, sejumlah warga ingin mengadopsi bayi malang tersebut yang kini masih dirawat di RSUD Negara. Sementara anak dan menantu penemu bayi tersebut bersikukuh ingin mengadopsi bayi laki-laki tersebut.

Sayangnya hingga kini status bayi tersebut belum jelas. Sedangkan pihak kepolisian baru akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Jembrana terkait perawatan dan perlindungan bayi tersebut.

“Ya, memang sudah banyak yang menyampaikan ke kami untuk mengadopsi bayi itu. Tapi kami belum bisa memutuskan dan kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Jembrana,” terang Kapolsek Mendoyo, AKP I Wayan Arta Ariawan dikonfirmasi, Senin (25/5) siang.

Bahkan menurut Arta Ariawan, dirinya juga punya keinginan keras untuk mengadopsi bayi laki-laki malang tersebut untuk diangkat menjadi anak. “Saya juga ingin sekali mengadopsi bayi itu dan saya sudah bicarakan rencana ini dengan istri saya. Istri saya sangat setuju,” ujar Arta Ariawan saat ditemui di ruangan kerjanya.

Namun demikian keinginannya untuk mengadopsi anak tersebut harus disimpan dulu lantaran kasusnya masih dalam proses lidik. Rencananya bayi tersebut selama dalam proses lidik maupun sidik akan dititipkan di Dinas Sosial.

“Nanti kalau proses hukumnya sudah selesai siapapun bisa mengajukan permohonan adopsi. Dan saya sendiri juga akan mengajukan permohonan adopsi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Made Midi (56), warga Banjar Baler Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Jumat (22/5) pukul 05.00 wita menemukan bayi laki-laki dalam kardus di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan rumahnya saat hendak pergi ke pasar.

Namun penemuan bayi itu tidak dilaporkan kepada aparat kepolisian maupun aparat desa lantaran akan diadopsi oleh anaknya Sayu Putu Widiati dan menantunya Made Suarnayasa yang tinggal di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana.

Kebetulan anak dan menantunya belum memiliki anak. Padahal sudah lama menikah. Kasus penemuan bayi ini baru terungkap Minggu (24/5) setelah bayi malang itu di rawat di RSUD Negara karena kondisinya lemah dan karena informasi dari warga. (dar)

Berita Lainnya

Terkini