Waspada Penipuan! Nama Pejabat Polda DIY Dicatut untuk Order Katering Fiktif

Pelaku menggunakan modus pesanan katering nasi boks dalam jumlah besar dengan mencatut nama Kabag Bekum Rolog Polda DIY, AKBP Sugihartono.

22 Januari 2026, 06:11 WIB

Yogyakarta– Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bergerak cepat mengusut modus penipuan yang menyasar para pelaku usaha kuliner.

Kali ini, pelaku menggunakan modus pesanan katering nasi boks dalam jumlah besar dengan mencatut nama Kabag Bekum Rolog Polda DIY, AKBP Sugihartono.

Modus yang dilakukan terbilang rapi. Pelaku menyusun skema kerja sama seolah-olah resmi dari institusi kepolisian untuk meyakinkan korbannya. Namun, hal tersebut dipastikan murni aksi kriminalitas.
Klarifikasi Tegas Polda DIY

Dalam video resmi yang dirilis pada Rabu (21/1/2026), AKBP Sugihartono secara langsung membantah keterlibatan dirinya maupun institusi dalam pesanan tersebut.

“Hal tersebut tidak benar, sekali lagi hal tersebut tidak benar. Kami pastikan selaku pribadi maupun mewakili Polda DIY, kami sama sekali tidak pernah melakukan pemesanan ke katering-katering di Yogyakarta,” tegas AKBP Sugihartono.

Dia berharap klarifikasi ini dapat memutus rantai penipuan sebelum jatuh korban lebih banyak di kalangan pengusaha kecil dan menengah.

Kronologi: Dalih Acara Keagamaan
Modus ini mencuat setelah akun Instagram @rifkygelora membagikan pengalamannya hampir menjadi korban. Penipu menghubungi melalui WhatsApp dengan rincian pesanan yang cukup meyakinkan:

Target: 150 boks (16 Januari) dan 250 boks (20 Januari).

Alasan: Kegiatan perayaan Isra Miraj.

Taktik: Menggunakan nama pejabat untuk menekan psikologis pengusaha agar segera menyetujui pesanan tanpa prosedur yang benar.

Beruntung, pemilik usaha segera melakukan konfirmasi langsung ke Mapolda DIY sehingga kerugian material dapat dihindari. Kasus ini pun kini tengah dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian untuk memburu pelaku di balik pesan singkat tersebut.

Tips Menghindari Penipuan Serupa
Masyarakat, khususnya pelaku usaha katering, diimbau untuk melakukan langkah preventif berikut:

Verifikasi Langsung: Jangan mudah percaya pada pesanan lewat telepon/WhatsApp yang meminta uang muka atau melibatkan nama institusi besar.

Cek Dokumen Resmi: Pesanan resmi instansi biasanya melalui mekanisme pengadaan yang jelas, bukan sekadar pesan singkat.

Lapor Pihak Berwajib: Segera hubungi kantor polisi terdekat jika menemukan permintaan yang mencurigakan. ***

Berita Lainnya

Terkini