Wujudkan Pertanian Organik, BI Kembangkan Laboratorium MIni MA-11 di Gianyar

17 Desember 2016, 06:41 WIB

DENPASAR – Pendirian Laboratorium Mini MA-11 dilakukan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam upaya Pengembangan pertanian organik. Apalagi, pengembangan pertanian yang berbasis MA-11 telah menunjukkan bukti peningkatan produktifitas lahan kelompok binaan KPw Bank Indonesia Provinsi Bali.

Hasil panen padi perlakuan organik tahap III bulan November 2016 laludi Kelompok Tani, Ternak dan Ikan (Gianyar) telah mencapai hasil rata-ratasebesar10,5 ton/Ha meningkat sebesar 90% dari kondisi awal yang rata-rata hanya sebesar 5,5 ton/Ha.

Demikian juga hasil panen padi perlakuan organik tahap II di Subak Getas (Gianyar) pada bulan Oktober 2016 menghasilkan rata-rata sebesar 9,5 ton/Ha meningkat sebesar 73% dari sebelumnya rata-rata hanya sebesar 5,5 ton/Ha.

Hasil panen bawang merah perlakuan organik tahap II bulan Juni 2016 di Kelompok Sari Pertiwi (Bangli) menghasilkan rata-rata sebesar 22,4 ton/Ha meningkat sebesar 135% dari kondisi awal rata-rata hanya sebesar 9,5 ton/Ha.

Berbagai bukti peningkatan produktifitas dimaksud telah membuka pemahaman petani untuk beralih dari menggunakan pupuk kimia menjadi pupuk organik berbasis MA-11.

“Untuk mendukung pengembangan pertanian organik berbasis MA-11 di Provinsi Bali diperlukan ketersediaan MA-11 yang cukup,” papar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana dalam siaran persnya, Jumat (15/12/16).

Sejalan dengan hal itu, kebutuhan akan MA-11 pun semakin meningkat, sehingga sudah saatnya didirikan suatu unit produksi MA-11 di wilayah Bali dengan pengawasan mutu dari pihak penemu atau pemegang lisensinya.

Kata Iman, pemilihan lokasi pendirian Laboratorium Mini MA-11 di Gianyar ini berdasarkan pertimbangan terhadap besarnya komitmen Pemkab Gianyar yang dapat dilihat pada banyaknya demplot. Juga klaster (komoditi padi di KTTI Pulagan dan Subak Getas serta komoditi bawang merah di Subak Kembengan) yang menuai keberhasilan serta besarnya potensi yang masih dapat dikembangkan ke depan.

Pemkab Gianyar memberikan dukungan berupa penyediaan lokasi yaitu di BPP Tampaksiring dan melalui Program Sosial Bank Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Balimemberikan bantuan berupa sarana dan prasarana.

Sebut saja renovasi tempat sesuai persyaratan dan peralatan yang dibutuhkan serta bantuan teknis berupa pelatihan dengan mendatangkan penemu atau pemegang lisensi yaitu Dr. Nugroho Widiasmadi. (gek)

Berita Lainnya

Terkini