Yogyakarta Dikepung Cuaca Ekstrem: Talud Ambrol dan Pohon Tumbang, BPBD Imbau Waspada

Cuaca ekstrem meninggalkan jejak kerusakan sejumlah titik vital, mulai dari pemukiman warga hingga infrastruktur publik di Yogyakarta

19 Januari 2026, 07:00 WIB

Yogyakarta – Langit Kota Pelajar mendadak gelap saat hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang menerjang pada Sabtu (17/1/2026) sore. Meski tidak memakan korban jiwa, amukan cuaca ekstrem ini meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah titik vital, mulai dari pemukiman warga hingga infrastruktur publik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengungkapkan, situasi ini sebenarnya telah diprediksi.

BMKG DIY sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini pada pukul 16.15 WIB terkait potensi hujan lebat dan angin kencang.

“Peringatan tersebut terbukti berdampak di beberapa wilayah. Namun, kami pastikan hingga saat ini situasi masih terkendali dan tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Nur Hidayat.

Dampak paling signifikan terpantau di Kemantren Tegalrejo. Talud Sungai Buntung di wilayah Bangunrejo dilaporkan ambrol sepanjang 10 meter. Ambruknya dinding penahan sungai ini mengancam fasilitas umum dan akses mobilitas warga.

Lokasi Terdampak: Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo.

Objek Terdampak: Balai pertemuan warga dan Jembatan Merah (penghubung Kampung Bangunrejo – Pingit).

Status: Belum tertangani sepenuhnya; memerlukan koordinasi lintas sektor untuk perbaikan permanen.

Sementara itu, di Gedongtengen, luapan air sempat mengepung rumah warga. Di kediaman Daryati (Jlagran), air setinggi 10 sentimeter masuk hingga ke ruang utama. Tim BPBD bergerak cepat melakukan penyedotan untuk memastikan air segera surut.

Tak hanya air, ancaman juga datang dari pohon tumbang. Sebuah pohon Cersen setinggi tujuh meter ambruk di Jalan Kusbini, Kelurahan Demangan. Pohon berdiameter 40 cm tersebut sempat menutup akses jalan sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan.

Penanganan cepat di lapangan menjadi kunci terkendalinya situasi. Kolaborasi apik terlihat antara:

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD & MPP.

TNI-Polri dan Linmas.

Kelompok Tangguh Bencana (KTB) serta relawan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi, segera lapor jika ada keadaan darurat,” pungkas Nur Hidayat.***

Berita Lainnya

Terkini