Yuuk..Makan Gratis di WarungMu Solo

6 Maret 2017, 07:26 WIB

SOLO – Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah dan Lazismu Solo, Jawa Tengah, meresmikan WarungMu di kompleks Masjid Syukur, Jl. Ki Hajar Dewantoro 60, Jebres, Solo, Minggu (5/3/17).

Terletak di belakang Kampus Universitas Sebelas Maret UNS) Solo, Warungmu diresmikan Joko Intarto dari Badan Pengurus Lazismu Pusat. Sedangkan Budi Setiawan, Ketua Umum LPB Muhammadiyah Pusat, mengisi pengajian. WarungMu adalah warung yang dibiayai oleh Lazismu dan dioperasikan relawan LPB.

Di WarungMu menyediakan makanan untuk warga miskin dan warga lainnya. Budi mengapresiasi pendirian Warungmu yang menyediakan makanan murah, sebagian gratis kepada masyarakat umum dan warga tak berdaya. WarungMu juga jadi dapur umum saat terjadi bencana.

Budi mengungkapkan belakangan ini umat Islam banyak berbicara soal penistaan agama. Namun, kadang dilupakan bahwa Alquran Surat Al Maaun juga menyebut secara jelas soal pendusta agama. Yang dimaksud pendusta agama adalah orang yang sholat namun menghardik anak yatim dan tidak peduli orang miskin.

Pendiri Muhammadiyah Kiai Haji Ahmad Dahlan sangat menekankan warga Muhammadiyah untuk menyantuni dua kelompok itu yang termasuk orang tak berdaya. Kini, Muhammadiyah melalui LPB dan Lazismu tak hanya menyantuni dua kelompok itu.

Secara umum, yang disantuni adalah warga tak berdaya, termasuk korban bencana walaupun termasuk orang kaya. “Orang yang terkena bencana, walau memiliki rekening miliaran rupiah, tetap tak berdaya,” kata Budi.

Kata dia, WarungMu, program pelayanan untuk warga tak berdaya, baik warga miskin maupun korban bencana. Jika ada bencana, Warungmu tutup, berubah menjadi dapur umum yang melayani konsumsi pengungsi. Karena itu, yang mengelola Warungmu adalah relawan.

Ada dua prinsip yang harus dipegang yaitu kerelawanan dan kesungguhan. Walaupun warung ini dikelola relawan, namun harus dijalankan sungguh-sungguh, serius. “Jangan karena ini relawan dan ikhlas, tapi tidak dikelola sungguh-sungguh,” ucap Budi.

Dalam peresmian dibarengkan pengajian Ahad pagi, Budi Setiawan, Joko Intarto, Wakil Ketua DPRD Solo Umar Hasyim, dan Bendahara PDM Solo Syamsuddin, bersama-sama menggunting pita sebagai tanda peresmian WarungMu.

Setelah peresmian, mereka bersama relawan lainnya melayani jamaah. Budi Setiawan, Joko Intarto, Umar Hasyim, Syamsuddin, dan sebagainya ikut jadi pelayan Warungmu. Mereka menggunakan celemek bertuliskan “Warungmu Lazismu dan MDMC”.

Nantinya WarungMu buka setiap hari di belakang kampus UNS. Diketahui, WarungMu adalah sebuah eksperimen program berbagi, baik harta maupun tenaga, untuk melayani yang membutuhkan. WarungMu berarti Warung Murah. Warung ini menyediakan makanan murah bagi yang memiliki uang pas-pasan.

Bagi yang tak memiliki uang, WarungMu menyediakan makanan gratis yang merupakan sumbangan dari konsumen dermawan. Makanan di WarungMu memang sederhana namun dibuat dengan cinta, kepedulian kepada sesama, dan kebersamaan.

WarungMu adalah warung murah untuk siapa saja baik yang memiliki uang maupun tidak. Harga makanan di WarungMu memang murah karena kami tidak mencari keuntungan. WarungMu didedikasikan untuk masyarakat miskin maupun masyarakat biasa, serta warga korban bencana.

WarungMu dikelola Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) dan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah. Saat terjadi bencana, WarungMu berubah menjadi dapur umum untuk melayani warga korban bencana.

Harga satu paket makanan (misalnya teh, semangkuk soto, dan camilan) Rp3.500. Harga itu untuk melayani warga yang memang memiliki uang pas-pasan. Bagi konsumen yang memiliki cukup uang, kami menawarkan untuk membeli voucher senilai satu paket makanan (Rp3.500). Voucher yang ditempel di dinding itu bisa dimanfaatkan dhuafa.

Kami berusaha mengedukasi kepada konsumen untuk menyumbang. Konsumen bisa menyumbang voucher senilai yang dia makan untuk diberikan kepada konsumen yang membutuhkan. Kami mengampanyekan kebanggaan kepada masyarakat untuk berbagi walau hanya voucher Rp3.500 namun itu betul-betul berharga bagi yang membutuhkan.

Di samping membeli voucher saat bersantap di WarungMu, masyarakat bisa menjadi relawan untuk melayani warga miskin dan konsumen. WarungMu menggunakan model kerelawanan. Pelayan di WarungMu adalah relawan, tak dibayar.

Mereka menyedekahkan waktu untuk melayani konsumen, mencuci mangkuk/gelas, membersihkan warung, dsb. Kami mengajak masyarakat menjadi relawan dengan menyisihkan waktu barang 2 jam/minggu menjadi relawan.

Siapa saja, laki-laki-perempuan, anak maupun orang dewasa, pegawai bank, pengusaha, PNS, karyawan swasta, ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, dan sebagainya bisa menjadi relawan. Caranya, berkomitmen menjadi relawan minimal 2 jam dalam satu pekan.

Anda cukup mendaftar ke WarungMu dan menyebutkan waktu Anda yang longgar. Bagi pelajar, mohon menyertakan surat izin dari orang tua. Warungmu beroperasi pukul 07.00 sampai pukul 15.00 WIB dengan paket makanan yaitu soto/timlo, minuman, dan tempe/tahu goreng. (des)

Berita Lainnya

Terkini