Yogyakarta – Menjelang Idul Fitri 2026, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyiapkan Operasi Ketupat Progo 2026 guna memastikan arus mudik dan balik berjalan aman, lancar, dan nyaman.
Operasi ini melibatkan koordinasi lintas instansi serta penyediaan pos pantau di sejumlah titik strategis, termasuk pintu keluar Tol Purwomartani.
Kepala Biro Operasi Polda DIY, Kombes Pol Rendra Radita, menyampaikan, fokus utama pengamanan adalah keselamatan pemudik.
Pihaknya mengatur batas kecepatan kendaraan maksimal 40 km per jam, dengan penyesuaian sesuai kondisi jalur.
“Yang penting pemudik selamat sampai tujuan, tidak tergesa-gesa,” ujarnya saat peninjauan di Gerbang Tol Purwomartani, Rabu (11/3).
Untuk mengantisipasi kepadatan, tim pengurai disiagakan di pintu keluar Purwomartani.
Rendra menekankan, rekayasa lalu lintas dilakukan agar tidak terjadi kemacetan total, meski pelambatan arus masih mungkin terjadi.
Selain pengaturan lalu lintas, Polda DIY bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama menyediakan 195 masjid dan 30–45 gereja sebagai rest area bagi pemudik.
Hal ini dilakukan mengingat puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13–14 April, sementara arus balik diprediksi pada 18–19 April.
“Kami berharap pengendara memanfaatkan rest area jika lelah dan tetap mengendalikan diri di perjalanan,” kata Rendra.
Pengamanan juga melibatkan koordinasi lintas provinsi, termasuk dengan Polda Jawa Tengah, untuk memantau jumlah kendaraan yang masuk ke DIY dan mengantisipasi titik bottleneck.
“Rekayasa jalur dan skenario sudah kami siapkan agar kepadatan bisa diurai sejak perbatasan,” pungkasnya. ***

