Tabanan – Sebanyak 249 prajurit TNI Angkatan Darat resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri (Dikmaba Infanteri) Gelombang III Tahun Anggaran 2026.
Penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Rindam IX/Udayana, Tabanan, dipimpin langsung oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi.
Dalam amanat tertulis Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Putra Widiastawa yang dibacakan Kasdam, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada para lulusan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai prajurit TNI AD berpangkat Serda.
Menurutnya, kelulusan tersebut merupakan buah dari kedisiplinan, ketekunan, dan kerja keras selama mengikuti pendidikan.
“Berakhirnya pendidikan ini menandai dimulainya pengabdian sebagai prajurit TNI AD. Sebagai prajurit Infanteri, kalian dituntut menjaga profesionalisme, ketahanan fisik dan mental, serta kemampuan bertempur,” tegas Pangdam.
Pangdam mengingatkan para prajurit untuk menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam bertugas. Ia menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan, menjaga kehormatan, serta menjunjung tinggi profesionalisme.
Para prajurit diminta berkontribusi dalam penyelesaian masalah, membangun hubungan kerja yang baik, menghormati senior dan membina junior.
Pangdam menilai keberhasilan prajurit ditentukan oleh kemampuan bertempur dan sikap, perilaku, loyalitas, integritas serta kontribusi bagi satuan serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam memberikan apresiasi kepada Danrindam IX/Udayana dan tenaga pendidik atas pelaksanaan pendidikan.
Penghargaan juga diberikan kepada lulusan terbaik, yakni : Serda I Made Isma Arya Permana Putra sebagai peraih nilai tertinggi Tripola Dasar Pendidikan, Pengetahuan, dan Keterampilan. Serda Januarius Bento Siki sebagai peraih nilai tertinggi Sikap dan Perilaku. Serda Mardo Feo sebagai peraih nilai tertinggi Jasmani Militer.
Rangkaian upacara turut diisi demonstrasi bela diri kolosal, di mana para lulusan memperagakan Sparko, Puncak Silat Militer, dan Karate sebagai hasil pembinaan fisik, mental, dan keterampilan selama pendidikan.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan kelulusan ini menjadi awal pengabdian para Bintara remaja dengan mengedepankan disiplin, profesionalisme, integritas, dan loyalitas.
“Pangkat Serda yang disandang hari ini bukan simbol kenaikan status, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Kami berharap para Bintara remaja mampu menjadi prajurit yang tangguh, adaptif, humanis, serta senantiasa hadir memberikan solusi dan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kapendam.
Upacara penutupan pendidikan ini dihadiri Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, unsur Forkopimda Kabupaten Tabanan, para Komandan Satuan dan Kepala Badan Pelaksana Kodam IX/Udayana, serta orang tua prajurit yang baru dilantik.
Dengan berakhirnya pendidikan pertama ini, sebanyak 249 Bintara Remaja akan melanjutkan pendidikan kecabangan Infanteri.
Mereka akan dibekali pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keprajuritan untuk mendukung pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.***

