Denpasar – Nuanu Creative City resmi menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai pura kawasan setelah melalui proses restorasi selama delapan bulan.
Restorasi ini didukung penuh oleh Nuanu Social Fund dan dilaksanakan melalui koordinasi dengan keluarga pengempon pura, pemuka adat, serta masyarakat sekitar.
Penetapan ditandai dengan upacara Ngenteg Linggih, yang menegaskan kesiapan pura untuk kembali menjalankan fungsi spiritual dan keagamaan.
Pura Beji Dalem Segara merupakan salah satu dari 12 pura yang berada di kawasan Nuanu Creative City, dengan Pura Luhur Dalem Bomo sebagai pura utama (kahyangan).
Seluruh pura tersebut telah ada sebelum pengembangan kawasan dimulai, sebagian besar berakar sebagai pura keluarga yang memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyatakan’ restorasi pura bukan hanya upaya pelestarian, tetapi juga kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal budaya Bali lebih dalam.
“Bagi kami, menghormati berarti melestarikan sekaligus memperkuat nilai dan makna yang dimiliki pura,” ujarnya.
Pura Beji Dalem Segara sendiri berakar dari keberadaan sumber air alami (beji) yang ditemukan oleh leluhur keluarga Sudiana dari Banjar Beraban. Hingga kini, keluarga Sudiana tetap menjadi pengempon pura.
Penetapan pura sebagai bagian dari kawasan Nuanu dilakukan melalui kesepakatan bersama, sementara kepemilikan tetap berada di bawah keluarga tersebut.
“Dalam konteks Pura Beji Dalem Segara, upaya yang dilakukan bersifat sangat praktis, yaitu melalui proses restorasi dan perbaikan pura yang dilakukan bersama keluarga pengempon dan masyarakat sekitar agar pura dapat terus berfungsi dengan baik sebagai tempat suci” ujar,” tutur Brand & Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada.
Yang terpenting lanjut dia, bagi kami adalah memastikan pura tetap hidup, terawat, dan terus terhubung dengan masyarakat yang telah lama menjaganya.
Rangkaian upacara Ngenteg Linggih yang melibatkan pengempon, pemuka adat, dan masyarakat setempat mencerminkan prinsip pengembangan Nuanu: struktur budaya dan spiritual harus diintegrasikan secara utuh ke dalam kehidupan kawasan, bukan sekadar dijadikan simbol.
Dengan penetapan ini, Nuanu menegaskan komitmennya bahwa pengembangan di Bali harus berjalan dengan memahami pulau sebagai lanskap budaya yang hidup, di mana keberlanjutan, tanggung jawab pengelolaan, dan relasi dengan komunitas memiliki peran sama pentingnya dengan pembangunan fisik.***

