60 Ribu Merchant di Bali Berlakukan QRIS

27 Februari 2020, 08:48 WIB
Trisno
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist

Denpasar –  Jumlah merchant yang sudah menggunakan QRIS di Bali mencapai
60.000 sehingga menempatkan Bali menduduki posisi nomor 9 dari 34 provinsi di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan pencapaian itu sangat
bagus bahkan,  Bali masih terkalahkan oleh Jawa karena
di pulau itu cukup banyak terdapat UMKM dan juga penduduknya.

“Saya
mengharapkan Bali minimal bisa berada di posisi setelah Jawa dan bisa
mengalahkan Sumatera Selatan, Sumatra Utara dan Makassar,” ujar Trisno di Denpasar, Rabu (26/2/2020).

Upaya BI
agar masyarakat bisa mengetahui QRIS ini adalah mewajibkan seluruh UMKM
yang memiliki acara dapat menggunakan QRIS, dan mensosialisasikannya
melalui PJSP yang ada di  Bali.

Seluruh UMKM di
Bali diwajibkan untuk menggunakan QRIS, dan kemudian perguruan tinggi
juga diwajibkan untuk mengenal QRIS.

“Saya berharap pada tahun 2020 ini
Bali bisa mencapai 100.000,” katanya menegaskan.

Pihaknya bersama Pemkot Denpasar akan berusaha untuk mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran QRIS.

“Kita berkolaborasi dengan Pemkot Denpasar sebagai salah satu pembuat penetrasi QRIS untuk meng-QRIS-kan Denpasar. Dan ibu Ida Ayu Selly Fajarini sebagai Ketua Penggerak PKK di Denpasar juga akan meng-QRIS-kan Denpasar melalui ibu- ibu,” ungkapnya.

Sosialisasi lebih ditujukan kepada ibu – ibu, karena menurutnya merekakah yang mengatur semua kebutuhan di rumah tangga.

“Seperti belanja, bayar kartu kredit segala macem itu ya ibu-ibu,” ucapnya. Setelah Denpasar, sosialisasi QRIS dilanjutkan ke Kabupaten Buleleng dan Badung.

Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ameriza Ma’ruf Moesa menjelaskan bahwa kondisi posisi terakhir data penetrasi QRIS Indonesia sudah mencapai 2,8juta.

Jadi angka personalnya lanjut dia, sudah mencapai 2,8 juta merchent di Indonesia.

“Harapan untuk ke depannya agar temen-temen yang ada di Bali mempunyai strategi, dan mulai mengedukasi masyarakat supaya pengetahuan ini bisa diketahui oleh semua lapisan masyarakat,” imbuhnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini