Bali United Women Development Festival 2026 Digelar Perdana, Wadahi Bibit Unggul Sepak Bola Putri Sejak Dini

Perwakilan Manajemen Bali United Academy, Richi Kurniawan, menerangkan ajang Bali United Women Development diselenggarakan sebagai bentuk respons positif terhadap tingginya minat anak-anak perempuan di Pulau Dewata terhadap sepak bola.

2 Oktober 2026, 13:23 WIB

Gianyar – Komitmen dalam memajukan sepak bola wanita di Indonesia kembali ditunjukkan oleh Bali United FC. Melalui akademi resminya, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini secara resmi menggelar Bali United Women Development Festival 2026 untuk pertama kalinya di Bali United Training Center, Gianyar, pada Jumat (2/10).

Festival turnamen sepak bola wanita yang dilangsungkan sehari penuh ini bertujuan menumbuhkan jiwa kompetisi sekaligus mengenalkan olahraga si kulit bundar kepada anak-anak muda perempuan sejak usia dini.

Sebelum mencapai puncak festival, program pembinaan ini telah berjalan intensif selama tiga bulan terakhir. Sebanyak 37 Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Kabupaten Gianyar, Karangasem, dan Denpasar awalnya melibatkan 254 siswi sejak 14 Juni hingga 25 September 2026 di fasilitas latihan berstandar internasional tersebut.

Meski dalam perjalanannya terdapat dinamika di mana jumlah peserta aktif menjadi 211 anak akibat penyaringan waktu, antusiasme para siswi tetap terjaga tinggi hingga hari pelaksanaan festival.

Perwakilan Manajemen Bali United Academy, Richi Kurniawan, menerangkan ajang ini diselenggarakan sebagai bentuk respons positif terhadap tingginya minat anak-anak perempuan di Pulau Dewata terhadap sepak bola.

Festival ini merupakan puncak daripada pembinaan dan pengembangan potensi bakat sepak bola wanita yang ada di pulau Bali dengan menyasar para siswi Sekolah Dasar.

Head Youth Development Bali United, I Gde Mahatma Dharma atau yang akrab disapa Coach Dede/dok.kabarnusa

“Memang secara data ada pengurangan jumlah minat, namun kami melihat sepanjang tiga bulan terakhir berlatih di Bali United Training Center semangat anak-anak putri ini tetap terlihat. Harapan kami dengan adanya pembinaan dan pengembangan sepak bola putri, para peserta saat ini ada yang tertarik untuk memfokuskan diri pada pengembangan diri menuju jenjang profesional sepak bola putri di masa mendatang,” ujar Richi.

Sebagai bentuk dukungan nyata, para peserta tidak hanya mendapatkan sesi latihan, tetapi juga dibekali satu buah bola untuk berlatih secara mandiri di rumah maupun di sekolah guna mengasah teknik dasar mereka.

Sementara itu, Head Youth Development Bali United, I Gde Mahatma Dharma atau yang akrab disapa Coach Dede, menjelaskan secara rinci mengenai konsep kompetisi yang diterapkan dalam festival perdana ini.

“Jika melihat data terakhir dari jumlah siswi yang berlatih sebanyak 211 anak, maka kami membagi menjadi 16 tim yang terbagi dalam 4 grup dengan sistem single round robin.

Para peserta dibagi dalam dua kategori tier yaitu tier A dan tier B di mana pembagian tersebut berdasarkan kemampuan dan pemahaman dalam penerapan teknik dasar sepak bola.

Harapan kami festival ini tidak berhenti di sini, melainkan memberi dampak bagi personal pemain itu sendiri maupun pengembangan sepak bola putri di masa depan khususnya dari pulau Bali,” jelas Coach Dede.

Pertandingan dalam festival ini menerapkan durasi 1×15 menit dengan format 8 pemain melawan 8 pemain di atas lapangan. Sebanyak 16 tim yang terbagi ke dalam Grup A hingga Grup D saling beradu strategi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Pihak manajemen memastikan program ini tidak akan berhenti pada edisi kali ini saja. Pasca festival, para peserta masih akan diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi latihan rutin selama tiga bulan ke depan.

Ke depannya, Bali United Academy juga membuka peluang untuk memperluas cakupan wilayah dari kabupaten-kabupaten lain di Bali agar semakin banyak talenta muda putri yang dapat bergabung dan mengasah potensinya demi kemajuan sepak bola wanita Indonesia. ***

Berita Lainnya

Terkini