Asippindo Harapkan UMKMK Lebih Mudah Akses ke Perbankan

16 November 2015, 06:46 WIB
ketua umum asippindo diding s anwar 151110093420 292
Ketua Asippindo Diding S Anwar )foto:republika),

Kabarnusa.com – Untuk memperkuat Usaha Kecil Mikro Menengah dan Koperasi (UMKMK) Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) melaksanakan seminar Penjaminan Internasional (IGS) dan Konferensi perusahaan Penjaminan se-Asia ke-28 di Nusa Dua, Bali.

Ketua Asippindo Diding S Anwar, mengungkapkan, seluruh pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut bisa belajar dan berbagi pengalaman dari negara lainnya di bidang penjaminan.

“Kami khususnya 20 anggota Asippindo, ingin belajar penjaminan dari negara lain. Kami bersyukur, pemerintah dan berbagai stakeholder mendukung kegiatan ini,” tegas Diding dalam keterangan resminya di Nusa Dua, Minggu (15/11/2015).

Sejumlah pembicara penting akan hadir dalam seminar seperti Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah Puspayoga, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan dari lembaga keuangan lainnya.

Diding mengharapkan, dalam seminar nanti semua stakholder, baik UMKMK, perusahaan penjaminan dan lainnya bisa menyerap ilmu, menyampaikan pandangan dan gagasannya tentang pengelolaan perusahaan penjaminan dengan berbagai studi kasus.

“Kami harapkan, ajang ini bisa mampu mendukung terciptanya inklusi keuangan dan peningkatan akses keuangan bagi UMKM kepada sumber permodalan,” tandas Diding yang juga Direktur Utama Jamkrindo itu.

Apalagi, selama ini, praktik penjaminan UMKM di dalam negeri masih dalam ‘follow the bank’ .

Dengan sistem penjaminan yang lazim dilakukan saat ini yaki penjaminan tidak langsung, pihak bank yang berhubugan langsung dengan pelaku UMKMK yang ingin mendapatkan pinjaman modal.

Setelah itu, barulah bank mencari perusahaan penjamin yang mau menjaminkan kredit itu.

Praktik bisnis seperti itu, kata Diding, cukup bagius seperti yang selama ini diterapkan oleh negara-negara maju seperti Koera Selatan dan Jepang, sehingga UMKM di kedua negara itu tumbuh pesat.

Selain itu, agenda besar agar UMKMK bisa lebih kuat lagi. Pihaknya yakin jika perusahaan penjamin juga bisa tampil di depan, tidak hanya ‘follow the bank’ sehingga akses  dari lembaga keuangan kepada UMKMK akan bisa lebih baik.

Dia menjelaskan, sejumlah negara suskes menerapkan praktik seperti itu, salah satunya Malaysia. Pelaku UMKMK datang ke perusahaan penjaminan itu menncarikan bank yang bersedia memberikan kredit.

Saat ini, Asippindo lewat Jamkrindo telah membentuk lembaga yang mempunyai fungsi untuk melakukan fugsi pemeringkatan dan pemberian konsultasi manajemen UMKM.

Hal itu akan membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelolaan usahanya sehingga mampu meningkat.

Sementara Ketua Panitia Nina Kurnia Dewi menyebutkan dalam seminar penjaminan internasional dan pertemuan The 28th Asian Credit Suppplementation Institution Confedetattion (ACSIC) Conference di Bali 16-20 November 2015 diikuti sekira 650 peserta dari lima benua dan belasan negara seperti Chile, Korea Selatan, Jepang, Jordania, Italia dan Tajikistan. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini