Badriyah: Kumpulan Cerpen Ayu Weda Angkat Pembelaan Kaum Perempuan

8 April 2016, 08:56 WIB

Pustaka%2B Ayu%2BWeda

Kabarnusa.com  – Ayu Weda yang bernama lengkap I Gusti Ayu
Made Wedayanti yang lahir di Singaraja, Bali 1 September 1963
merampungkan karya cerpen berjudul Badriyah. Sesuai judulnya Ayu hendak
mengangkat isu kaum perempuan dan pembelaanya dalam berbagai strata
kehidupan sosial dan kebudayaan.

Ayu Weda putri kedua
dari empat bersaudara. Ayu Weda lahir dari pasangan Alm. I Gusti Putu
Wiryasutha dan I Gusti Ayu Sri Haryati. Ia berkembang dalam lingkungan
keluarga yang sangat mencintai seni dan menjunjung tinggi pendidikan.
Sejak muda ia aktif dalam berbagai kegiatan.

Baik
aktivitas khusus berupa kesenian, maupun aktivitas keorganisasian secara
umum. Jenjang pendidikan formal dimulai dari SD 17 Singaraja (1970) SMP
1 Singaraja (1976 ) dan SMA Negeri di Singaraja (1979), S1 jurusan
Sosiologi di FISIP Universitas Airlangga Surabaya (1983) hingga S2
jurusan Komunikasi di Universitas Dr. Soetomo Surabaya (2003).

Sewaktu
mengenyam SD ia pernah menjadi salah satu nominasi dalam ajang
Pemilihan Murid Teladan tingkat Provinsi mewakili Kabupaten Buleleng,
Bali Utara. Kemampuan seninya terasah semasa duduk di bangku SMP dan SMA
lewat sejumlah ajang perlombaan tari dan musik.

Prestasi
di bidang seni suara dan panggung ia tunjukkan pada tahun 1981. Di
tahun itu pula, ia berhasil menyabet gelar Juara III dalam pemilihan
Bintang Radio dan Televisi (BRTV) tingkat nasional.

Itu,
sekaligus menggondol penghargaan sebagai Penampil Terbaik dalam
kategori grup bersama dua adiknya (Ayu Partiwi dan Ayu Laksmi ) yang
tergabung dalam Trio Ayu Sisters.

Sementara pada tahun 1981, mewakili Provinsi Bali, ia menjadi finalis dalam

dalam ajang pemilihan Puteri Remaja Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah Gadis.

Kemampuan
olah vokal perempuan bershio kelinci berzodiak virgo ini semakin
mendapatkan  pengakuan publik ketika pada kisaran 1980 hingga 1990-an ia
dikenal sebagai seorang lady rocker.

Tahun 1981 ia
juga berhasil merilis album musik “Rindu Teman Sehati” garapan musisi
nasional Adriadie dan di tahun 1987 album “Memetik Bintang” garapan
musisi Deddy Dores.

Kisaran tahun 1984 hingga 1990 an,
ia juga menjadi koordinator acara Peringatan Hari Pahlawan di Surabaya.
Setelah cukup lama bergelut di bidang seni dan hiburan, kisaran 1990
hingga 2000-an  aktivitasnya lebih banyak diisi dengan kegiatan sosial
religius.

Dalam kesempatan ini ia menempatkan diri sebagai seorang pengamat sosial kebudayaan.

Kumpulan
cerpen berjudul “Badriyah” (2016) merupakan pintu pertama bagi Ayu Weda
untuk mengemukakan pengalaman dan renungannya di bidang sosial
kebudayaan yang ia tekuni.

Sekelumit tentang “Badriyah”
Sebuah kumpulan cerpen karya Ayu Weda, bertajuk “Badriyah”, diluncurkan
pada acara Pustaka Bentara kali ini.

Buku ini merangkum 12 cerita pendek, diterbitkan oleh Gambang Buku Budaya, dengan editor Cok Sawitri.

Buku kumpulan cerpen “Badriyah” banyak bertutur mengenai perempuan, situasi sosial-politik, dan kemanusiaan.

Cerita-cerita yang ada menunjukkan bagaimana sejumlah karakter (tokoh) keluar-masuk dalam dunia objektif yang diungkapnya,

Antara
dingin dan emosional, terharu dan bingung, kritis dan lebur silih
berganti, dalam pergulatan untuk mendapatkan kejernihan dan pencerahan
di dunia, yang tak jarang sangat sulit dipahami.

Karakter
atau tokoh sebagaimana tertera di dalam kumpulan cerpen ini terserak di
antara para menteri, kiai, pengusaha, intelektual, dan seniman.

Sejumlah
karakter yang berasal dari latar belakang sosial atau kelas atas, yang
memberi janji tersingkapnya berbagai dunia yang selama ini hanya mampu
dipandang oleh mereka yang berasal dari kelas bawah dari jarak jauh.

Sementara
itu pada saat yang sama, melalui kepiawaian berceritanya, Ayu Weda juga
memiliki kepedulian dan perhatian, kepada mereka yang tidak mendapat
tempat dan tidak tercatat secara sosial. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini