Badung— Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat jumlah penumpang mencapai 24,1 juta orang sepanjang tahun 2025. Angka tersebut menempatkan bandara ini sebagai salah satu yang tersibuk di Indonesia.
Tingginya trafik mendorong PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola untuk melakukan pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan demi kenyamanan pengguna.
Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan estetika hingga penambahan fasilitas terminal dan pendukung.
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan suasana terminal yang lebih nyaman dan representatif sebagai gerbang utama pariwisata Bali.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyebut sejumlah fasilitas baru telah tersedia bagi penumpang. Di antaranya adalah hand baggage trolley, baby stroller, kursi tambahan dengan stasiun pengisian daya, kios check-in mandiri, serta peningkatan kapasitas Wi-Fi.
Selain itu, signage di terminal domestik dan internasional kini menggunakan empat bahasa: Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Arab.
Menurut Nugroho, pembenahan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian World Airport Awards oleh Skytrax. Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai berada di peringkat 72 dari 171 bandara dunia.
“Kami berharap dapat meningkatkan peringkat tersebut tahun ini melalui evaluasi berkelanjutan dan partisipasi pengguna jasa,” ujarnya.
Untuk mendukung proses penilaian, pihak bandara mengajak masyarakat dan penumpang berpartisipasi dalam survei kepuasan Skytrax. Survei ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas layanan bandara secara global.
Sebagai catatan, World Airport Awards merupakan penghargaan bergengsi yang telah berlangsung sejak 1999.
Penilaian dilakukan secara independen dengan mencakup lebih dari 330 aspek, mulai dari tata letak terminal, kebersihan, kenyamanan, hingga kualitas layanan petugas.***

