Belasan Pendatang Terjaring Operasi, Tiga Pelayan Kafe Dipulangkan

24 Oktober 2015, 06:43 WIB

pelayan%2Bkafe%2Bterjaring

Kabarnusa.com
Belasan penduduk pendatang (duktang) yang belum mengantongi Surat
Keterangan Tinggal Smeentara (SKTS) di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan
Melaya, Jembrana, Bali terjaring operasi kependudukan, Kamis
(22/10/2015) malam.

Operasi kependudukan Sat Pol PP Pemkab
Jembrana, menyasar ke kantong-kantong duktang termasuk kafe-kafe yang
berada di Gilimanuk.

Salah satu lokasi yang disasar adalah
kios-kios di Pasar Seni Parkir Manuver Gilimanuk yang diindikasi
disalahgunakan untuk tempat mesum dan tempat tinggal sementara.

Dari
penyisiran, tidak ditemukan adanya pasangan mesum, namun petugas
mendapati duktang dari Jawa Timur yang tinggal di kios dan tidak
memiliki SKTS.

Tiga orang yang terjaring, selanjutnya dibawa ke
Kantor Satpol PP. Berlanjut, operasi menyasar salah satu blok ruko di
depan Terminal Gilimanuk yang diindikasi tempat hiburan malam.

Di
lantai dua, petugas mendapati lima pelayan kafe tanpa SKTS dan
diantaranya tanpa KTP. Begitu pula di Kafe Mandarin dan Kafe Bahari,
petugas juga mendapati sejumlah pelayan kafe tanpa SKTS.

Bahkan
di salah satu kafe, Kasi Trantib Satpol PP Nyoman Gede Suda Asmara
sempat bersitegang dengan sejumlah pelayan kafe karena mengaku memiliki
surat.

Namun setelah ditunjukkan aturan, sejumlah cewek kafe itu
akhirnya terjaring dan dibawa ke Kantor Satpol PP. Setelah didata dan
dimintai keterangan, mereka selanjutnya diberikan pengarahan.

Namun
dari belasan duktang tersebut, tiga diantaranya diketahui tidak membawa
KTP. Bahkan salah satunya, masih berumur 16 tahun tetapi mengaku sudah
menikah dan sedang proses cerai.

Para duktang termasuk pengelola
kafe selanjutnya diberikan peringatan agar melengkapi persyaratan,
termasuk mewajibkan karyawannya memiliki SKTS. Untuk tiga cewek kafe
yang tidak memiliki KTP, petugas langsung memulangkannya ke daerah asal.

“Operasi
ini kita lakukan disamping untuk tertib kependudukan, juga untuk
menindaklanjuti informasi bahwa disinyalir ada beberapa temat di
Gilimanuk digunakan untuk tempat mesum,” terang Kepala Kantor Satpol PP
Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi, Jumat (23/10) siang di Jembrana.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini