BPR Berperan Tingkatkan Akses Pelaku UMKM di Bali

17 April 2015, 04:23 WIB

OJK

Kabarnusa.com – Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berperan penting dalam mendorong peningkatan akses pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia.

Dalam kaitan bagaimama menekankan pentingnya peran BPR lewat seminar diharapkan lebih mengenalkan keberadaan BPR di kalangan civitas akademia, pelaku usaha, dan kalangan pemerintah serta lebih memperkuat sinergitas dan kerjasama antara KOJK Provinsi Bali, DPD Perbarindo Bali, dan UNUD.

“Hal ini penting dalam rangka mendukung dan mendorong peningkatan kinerja industri perbankan khususnya BPR di Bali yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bali,” tegas
Kepala KOJK Provinsi Bali Zulmi di Denpasar Kamis 16 April 2015.

Kata Zulmi, potensi BPR di Bali untuk meningkatkan peran UMKM masih sangat terbuka.

Untuk itu, OJK mendorong peningkatan peran BPR melalui berbagai regulasi yang akan menciptakan iklim kondusif sehingga BPR memiliki kontribusi besar untuk ikut andil dalam meningkatkan ekonomi sektor UMKM.

Zulmi juga mengapreasiasi DPD Perbarindo Bali serta FEB UNUD atas penyelenggaraan seminar ini.

Dengan dilakukannya acara ini dapat menjadi sarana yang baik untuk mempromosikan dan mengenalkan tupoksi OJK, sekaligus sebagai ajang efektif untuk melakukan program edukasi dan literasi keuangan bagi kalangan mahasiswa dna civitas akademia.

Berkembangnya BPR diharapkan akan membawa angin segar untuk kemajuan sektor UMKM yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku ekonomi tingkat menengah ke bawah.

OJK Bali bekerja sama dengan Pengurus DPD Perbarindo Bali dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (UNUD) menyelenggarakan Edukasi dan Literasi Keuangan dengan tema “Peran BPR Dalam Meningkatkan Akses Kepada Pelaku UMKM.

Penyelenggaraan kegiatan ini sesuai dengan amanat Pasal 28 UU No. 21 Tahun 2011 Tentang OJK yaitu OJK memiliki tugas untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat atas karakteristik sektor jasa keuangan, layanan, dan produknya.

Selain merupakan amanat UU, kegiatan ini juga sebagai implementasi dari Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2015 yang memfokuskan kepada pelajar dan mahasiswa.

Seminar dihadiri 300 peserta dari dosen, mahasiswa FEB UNUD dan perwakilan dari masing-masing BPR di Bali. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini