Denpasar– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Region 17 Denpasar bersama PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar sepakat memperkuat sinergi dan mengeksplorasi potensi bisnis baru di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Langkah strategis ini dibahas dalam agenda Coffee Morning BRI Region 17 Denpasar x Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang berlangsung di Denpasar, Bali.
Pertemuan tersebut difokuskan pada pemetaan potensi kerja sama antarentitas entitas anak usaha, khususnya dalam optimalisasi ekosistem keuangan, perluasan jangkauan layanan, hingga efisiensi kerja sama operasional di tingkat lapangan.
Sejumlah jajaran pimpinan hadir langsung dalam pertemuan tersebut, antara lain Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto, Deputy Bisnis Kantor Area Denpasar Kusumo Seno Aji, Deputy Bisnis Kantor Area Denpasar 2 I Gusti Agung Bagus Sutyatmika, Kepala Departemen Business Support I Made Suasmarajaya, serta jajaran pemimpin cabang dan manajer bisnis dari kedua institusi.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menegaskan pertemuan ini dirancang untuk membangun kolaborasi yang solid, tidak hanya pada tataran pembuat kebijakan strategis tetapi juga hingga ke tingkat unit kerja paling bawah.
Pihaknya ingin membangun kolaborasi yang tidak hanya kuat di tingkat perusahaan, tetapi juga terasa sampai ke unit-unit kerja di lapangan.
“Dengan komunikasi yang lebih dekat, kami bisa saling memahami kebutuhan dan mencari peluang yang benar-benar bisa memberikan manfaat bagi nasabah,” ujar Hery Noercahya di Denpasar.
Hery menilai, Bali memiliki struktur perekonomian yang sangat dinamis dengan karakteristik sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang. Keberagaman kebutuhan finansial masyarakat Bali memerlukan integrasi layanan perbankan dan pergadaian yang saling melengkapi.
“Potensi ekonomi di Bali sangat besar dan beragam. Karena itu, kami tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. BRI dan Pegadaian bisa saling melengkapi, sehingga peluang yang ada dapat kita garap bersama dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bali,” tambah Hery.
Dalam diskusi teknis tersebut, kedua belah pihak secara mendalam mengidentifikasi potensi akuisisi nasabah baru, strategi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), peningkatan transaksi keuangan, hingga evaluasi tantangan operasional harian. Evaluasi ini bertujuan merumuskan skema taktis guna meningkatkan efektivitas kinerja bisnis kedua institusi.
Hery berharap tindak lanjut dari pertemuan ini dapat segera ditranslasikan menjadi rencana aksi konkret yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan kinerja keuangan serta perluasan aksesibilitas jasa keuangan bagi masyarakat.
Harapannya, setelah coffee morning ini ada aksi yang konkret. Jadi bukan hanya bertukar ide, tetapi ada langkah-langkah nyata yang bisa dijalankan bersama.
“Kami ingin sinergi BRI dan Pegadaian semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi nasabah serta pertumbuhan ekonomi di Bali,” pungkas Hery.
Melalui penguatan kolaborasi berkelanjutan ini, BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar optimistis mampu menciptakan ekosistem bisnis inklusif yang terkoneksi dengan baik serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan.***

