Tokyo– Gema tepuk tangan membuncah di aula Tokyo Innovation Base (TIB), Jepang. Di bawah lampu sorot panggung internasional, lima mahasiswa ITB Kampus Cirebon berdiri tegak mengenakan kebaya dan busana khas Nusantara.
Bukan sekadar tampil, tim bernama Drillytics ini baru saja membuktikan inovasi lokal mampu berbicara lantang di kancah global.
Drillytics, yang lahir dari kawah candradimuka program Pertamuda Seed & Scale 2025, sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Tokyo Global Innovation Challenge (TGIC) 2025.
Dari total lebih dari 200 peserta yang mewakili 40 negara, Drillytics berhasil menembus jajaran elit 12 besar finalis.
Puncak perjuangan mereka berbuah manis dengan diraihnya Tsucrea Award.
Penghargaan prestisius dari TSUCREA Inc., perusahaan inkubator ternama Jepang ini, diberikan atas penilaian tinggi terhadap potensi teknologi AI yang diusung Drillytics serta peluang ekspansi bisnisnya di pasar Negeri Sakura.
“Kami melihat potensi luar biasa. Ide-ide di TGIC sangat lintas sektor, mulai dari lifestyle hingga AI mutakhir. Pengalaman ini membuka mata kami akan peluang bisnis yang tak terbatas,” ungkap Khairunnisa Aulia Rahma, Founder Drillytics.
Bukan sekadar aplikasi biasa, Drillytics merupakan platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang fokus pada drilling hazard analysis.
Teknologi ini mampu menganalisis data geologi bawah permukaan untuk memprediksi potensi bahaya pengeboran. Inovasi ini menjadi angin segar bagi industri migas karena:
Meningkatkan keselamatan kerja di medan pengeboran yang berisiko tinggi.
Optimalisasi efisiensi operasional melalui data yang presisi.
Akurasi pengambilan keputusan teknis yang lebih tajam.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran PT Pertamina (Persero). Sebagai salah satu TOP 3 Pertamuda 2025, Drillytics mendapatkan pendampingan intensif hingga terbang ke Tokyo. Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan capaian ini adalah bukti nyata kualitas inovasi pemuda Indonesia.
“Inovasi anak muda kita punya daya saing global. Pertamina berkomitmen terus mendorong talenta muda agar berani berkolaborasi dan membawa solusi bagi masa depan sektor energi,” ujar Arya.
Selama di Jepang, tim yang terdiri dari Khairunnisa Aulia Rahma, Khairunnisa Noor Fadillah, Feodora Glory Roserina Munthe, Ahmad Naufal Ramadhan, dan Aryaputra Roseno ini didampingi langsung oleh VP Stakeholder Relations & Management Pertamina, Rifky Rakhman Yusuf, termasuk saat melakukan audiensi resmi dengan Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung.
Melalui Tsucrea Award, langkah Drillytics tidak berhenti di sini.
Mereka kini mengantongi tiket emas berupa tiga sesi mentoring eksklusif, dukungan jejaring internasional, serta pendampingan strategis untuk mengekspansi bisnis mereka langsung di Jepang.
Dari pesisir Cirebon, Drillytics telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk mengguncang dunia dengan teknologi.***

