Dengarkan Harapan Umat, Presiden Jokowi Undang Ulama ke Istana

5 April 2017, 08:38 WIB
Menag Ulama
Menag dan para ulama bertemu Presiden Jokowi (foto:setkab)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para ulama ke Istana Negara guna mendengar pandangan, keinginan dan harapan umat yang diwakili para ulama di Tanah Air.

Dalam pertemuan itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tiada terhingga atas kiprah, sumbangsih, kontribusi para ulama selama ini dalam ikut menjaga dan memelihara kehidupan keagamaan di Indonesia.

“Termasuk pemahaman keagamaan masyarakat Indonesia, sehingga tetap bisa terjaga kedamaian, kerukunan antar umat beragama,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin kepada wartawan, Selasa (4/4/17).

Hal itu disampaikan Lukman usai bersama Menko Polhukam Wiranto mendampingi Presiden Jokowi menerima silaturahmi para ulama dan kyai, di Istana Merdeka, Jakarta.

Dilansir setkab,go.id Menag menegaskan, apresiasi dan ucapan terima kasih itu ditegaskan oleh Presiden Jokowi dalam silaturahmi yang dihadiri oleh sejumlah ulama/kyai senior seperti  K.H. Syukron Makmun, K.H. Sanusi Baco, Prof. Dr. Maman Abdurrahman, K.H. Ahmad Sadeli Karim, dan K.H. Hasib Wahab Hasubullah.

Soal silaturahmi itu sendiri, Menag menjelaskan, Kepala Negara mengundang para ulama dalam rangka ingin mendengar langsung apa saja yang menjadi harapan-harapan, keinginan-keinginan, aspirasi yang berkembang, terkait dengan kehidupan keumatan selama ini.

Diberitakan sebelumnya, usai memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (4/4) siang, di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Jokowi menerima sekitar 20-an ulama dari berbagai daerah di tanah air.

Para ulama yang menemui Presiden Jokowi itu adalah: 1. K.H. Irfan Wahid (Ponpers Tebu Ireng, Jombang); 2. K.H. Sanusi Baco (Rois Syuriah NU, Sulsel); 3. Dr. Hardadi (Cendekiawan Muslim); 4. K.H. Syukron Makmun (Ponpes Darurohman, Jakarta); 5. K.H. Drs. Ahmad Musthofa (Ponpes Modern Pabelan, Magelang); 6. K.H. Abdullah Zaini (Ponpes Al Irsyad, Jakarta); 7. K.H. Muhtadi Dimyati (Ponpes Cidahu, Pandeglang, Banten); 8. Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketua Majelis Penasihat Persis); 9. Dr. K.H. Jeje Jainudin (Wakil Ketua Umum Persatuan Islam); 10. Ust. Ahmad Parlaungan Tanjung (Ponpes Darunnajah, Jakarta).

Selain itu 11. Dr. Rahman Sabon Nama (Cendekiawan Muslim); 12. Dr. Yusnar Yusuf Rangkuti (ketua Umum Al Wasliyah); 13. K.H. Ahmad Sadeli Karim (Ketua Umum Math’laul Anwar, Serang, Banten); 14. Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid (Ketua Umum Nahdlatul Wathan, Mataram); 15. Dr. Ir. Lukmanul Hakim (Ketua Umum Al Ittihadiah); 16. K.H. Sholeh Hasan (Ponpes Khoriatul Ummah, Bandung); 17.K.H. Hasib Wahab Hasbullah (Ponpes Tambak Beras, Jombang); 18. K.H. Subhan Makmun (Ponpes Assalafiyah, Brebes); 19. K.H. Jazuli Kasmani; dan 20. K.H. Aris Ni’matullah(Ponpes Buntet, Cirebon). (des)

Artikel Lainnya

Terkini