Derita Nenek Miskin di Jembrana, Tinggal di Dapur Reot

20 Agustus 2015, 06:07 WIB

Rumah%2Bnenek%2Bsantrug%2B19 8 2015

JEMBRANA – Kehidupan yang dijalani Nenek Wayan Santrug (83) dari Dusun Brawansalak, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali sungguh memprihatinkan. Nenek ini tinggal di gubuk reot bahkan kini sudah jebol.

Karena sudah tidak bisa ditempati lagi, nenek yang memiliki tiga orang anak dan empat cucu ini terpaksa mengungsi ke dapurnya yang juga terbuat dari bata dan gedek. Kini rumah yang sudah jebol tersebut juga dijadikan kandang mentok yang dipelihara oleh nenek ini.

“Kami tidak punya biaya untuk memperbaiki rumah. Jadi saya terpaksa mengungsi ke dapur agar tidak tertimpa reruntuhan rumah,” ujar Santrug, Rabu, (19/8/15). Dalam keseharian, nenek Santrug hanya membuat jejahitan untuk bisa menutupi kebutuhannya.

“Ya kadang diberikan juga sama anak. Karena saya sudah tidak mampu kerja,” jelas nenek yang sudah cukup lama ditinggal mati suaminya. Santrug berharap agar rumahnya itu bisa diperbaiki sehingga tidak lagi tidur di dapur.

Namun nenek tidak bisa berharap banyak karena tidak memiliki dana untuk memperbaiki rumahnya. Kadus Brawansalak Putu Sandiasa membenarkan kalau nenek tersebut kini tidur di dapurnya. Nenek sudah masuk dalam data BPS. Namun tidak masuk dalam buku merah. “Tapi kami sudah usahakan bantu dengan beras jompo,” tandasnya.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini