Dibebaskan, Matt “Pembajak” Virgin Air Lolos Jeratan Hukum

28 April 2014, 06:02 WIB
pembajak+viirgin
Matt Christopher (Foto:Tempo.co)

KabarNusa.com, Denpasar – Tim Komisi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (KPPNS) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan penyidikan terhadap Matt Christopher yang dilaporkan melakukan pembajakan pesawat Virgin pesawat Virgin Australia (VA041). Hasilnya, Matt lolos jeratan hukum karena kasusnya bukan terjadi di dalam yuridiksi hukum Indonesia.
 

Kasubdit PPNS dan Personel Keamanan Penerbangan Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Rudi Richardo mengungkapkan, telah merampungkan investigasi dalam kasus Matt.

Semua pihak telah dimintai keterangan disidik baik Matt sendiri, pilot, kopilot, kabin kru, ATC Bandara Ngurah Rai, Bali.

“Hasilnya, negara Indonesia punya kewajiban untuk memberi notifikasi kepad pemerintah Australia,” ujar Richard kepada wartawan di Mapolda Bali, Minggu (26/4/2014) malam.

Terkait jenis pelanggaran yang dilakukan Matt, Richard menegaskan mengacu uu Nomor 1 Tahun 2009  maka kewenangan ketentuan penyidikan pidana hanya bisa dilakukan di wilayah yurisdiksi Indonesia atau hanya pesawat udara asing.

Sedangkan untuk yang berada di dalam pesawat tersebut, kata dia, hanya berlaku tanda pendaftaran kebangsaan tsb.

“Karena pesawat itu didaftarkan di Australia maka yang berlaku ketentuan Australia,” tandasnya.

Karena itu, Matt nantinya akan memberikan klarifikasi kepada Pemerintah Australia seputar insiden yang membuat heboh dunia penerbangan di Indonesia itu.

Kata dia, semua tergantuung pemerintah Australia termasuk putusannya dalam kasus Matt.

Terkait hasil pemeriksaan, dia menegaskan, semua hasil investigasi negara akan disampaikan kepada negara.

Artikel Lainnya

Terkini