Jakarta — Laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) menempatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai kepala daerah yang paling banyak menyedot perhatian publik sepanjang tahun pertama masa jabatannya.
Dalam riset bertajuk Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026, Dedi unggul dalam jumlah publikasi media maupun interaksi di media sosial, mengalahkan sejumlah gubernur lain di Indonesia.
Direktur Komunikasi DIR, Neni Nur Hayati, menegaskan tahun pertama kepemimpinan merupakan fase krusial.
“Publik memberikan perhatian sangat tinggi dan harapan besar kepada pemimpin daerah dalam mengeksekusi janji kampanye, program pusat di daerah, serta ketangkasan menghadapi bencana,” ujarnya dalam peluncuran laporan di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Analisis berbasis Artificial Intelligence ini mencatat lebih dari 1,88 juta pemberitaan tentang gubernur di media siber, cetak, dan elektronik, dengan engagement mencapai 5,62 miliar dan audiens 33,79 miliar.
Percakapan publik di media sosial mencapai 4,57 juta, dengan dominasi di TikTok, Instagram, dan YouTube.
DIR menemukan tiga isu utama yang paling banyak menyedot perhatian publik, yakni implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penanganan Banjir Besar di Sumatera dan Aceh, serta isu integritas pemerintahan terkait relasi dengan KPK dan DPRD.
“Data kami menunjukkan bahwa legitimasi publik di era digital tidak hanya ditentukan oleh kebijakan substantif, tetapi juga oleh kemampuan membaca percakapan dan mengelola narasi,” tambah Neni.
Dalam kategori publikasi dan engagement tertinggi, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan lebih dari 194 ribu pemberitaan online dan engagement mencapai 4,25 miliar.
Ia disusul oleh Pramono Anung di DKI Jakarta dan Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur. ***

