Disambut Kepala Suku Kuri, Senator Cendrawasih Bicara Bhineka Tunggal Ika

30 Maret 2019, 14:41 WIB
mervin%2B2

Senator Mervin menemui Masyarakat
di daerah terpencil di Distrik Windesi Kabupaten Teluk Wondama Papua Bara.
Pertemuan berjalan lancar dalam suasana penuh keakraban.

Teluk Wondama- Anggota MPR RI Mervin Sadipun Irian Komber mendapat sambutan hangat dari kepala suku dan masyarakat di Pedalaman Windesi, Papua Barat saat mensosialisasikan wawasan kebangsaan bertema Bhineka Tunggal Ika dalam Kehidupan Bermasyarakat

Mervin kembali menemui masyarakat pedalaman kali ini, di Pedalaman Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Pertemuan anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI dari Perwakilan Provinsi Papua Barat Mervin digelar Kamis 28 Maret 2019.

Dengan penuh semangat, Mervin menemui Masyarakat di daerah terpencil di Distrik Windesi Kabupaten Teluk Wondama. Pertemuan berjalan lancar dalam suasana penuh keakraban.

Mervin yang dijuluki sebagai Senator Cenderawasih ini saat menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Mervin disambut Kepala Suku Kuri A. Werbete dan masyarakat adat Kuri Wamesa.

Setelah itu, dilanjutkan presentasi Mervin dengan mengusung tema” Bhineka Tunggal Ika Dalam Kehidupan Bermasyarakat”.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mempersiapkan masa depan melalui kaum muda,” kata Mervin dalam paparannya.

Mervin3
Senator Mervin harus berjalan kaki, naik turun pegunungan untuk bisa menjangkau daerah pedalaman Windesi, Teluk Wondama, Papua Barat 

Setelah presentasi dilanjutkan dengan dialog kebangsaan. Para peserta cukup bersemangat menyampaikan tanggapan dan pertanyaan yang cukup beragam.

Seorang tokoh pemuda Kuri, Mikael Werbete menanyakan kepada Mervin bagaimana cara pemilihan anggota MPR dan lainnya .

“Apakah presiden dapat membubarkan MPR RI,” sambung Mikael. Selain itu, ada juga peserta yang menanyakan soal bagaimana cara mengamalkan Pancasila.

Setelah menjawab semua pertanyaan dari para pelajar, acara berlangsung dalam suasana hangat dan lancar itu, dilanjutkan pemberian bantuan dan ditutup dengan doa bersama.

Diketahui, untuk bisa menjangkau daerah pedalaman ini, diperlukan waktu dua hari dari pusat ibukota Kabupaten untuk menuju ke Windesi. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini