Diskusi KAHMI, Trisno Nugroho: Bali Perlu Genjot Ekonomi Digital dan Startup

Kepala BI Bali Trisno Nugroho menegaskan pembangunan startup dan ekonomi digital di Bali perlu lebih diagresifkan dalam rangka percepatan ekonomi kreatif di era digitalisasi.

17 April 2022, 22:14 WIB

Denpasar – Pembangunan startup dan ekonomi digital di Bali perlu lebih diagresifkan dengan pembinaan “coding” terhadap barang dan jasa yang bisa ditawarkan oleh horeka (hotel, restaurant, kafe) dalam rangka percepatan ekonomi kreatif di era digitalisasi.

“Potensi starup Bali sangat bagus, ini perlu terus di pacu,” tandas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho saat Diskusi dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Bali di Quest Hotel, Denpasar, Sabtu 16 April 2022.

Trisno Nugroho memberi alasan, mau tidak mau, suka tidak suka, generasi saat ini harus lebih familiar dengan perangkat digital dan mengetahui ilmu algoritma guna mengejar ketertinggalan pertumbuhan ekonomi.

Trisno Nugroho: Ekosistem Digital Penyangga Sumber Perekonomian Bali

Disampaikannya, ada yang unik dalam menelaah sumber ekonomi Bali sebagai provinsi satu-satunya di Indonesia yang hampir 100 persen potensi ekonominya dari sektor pariwisata.

“Hanya Bali di Indonesia yang ekonominya sangat tergantung pada sektor pariwisata,” ungkap Trisno Nugroho dalam diskusi yang mengusung tema, Komitmen KAHMI dan HMI Memeperkuat Ekonomi Digital, dengan moderator Nurianto.

Daerah lain, juga punya potensi wisata seperti Riau dan Jogjakarta namun tidak separah Bali. Dengan kata lain, masih ada sektor lain yang bisa jadi penopang pendapatan masyarakat.

Trisno Nugroho: Bali Optimis Bangkit, Banyak Wisdom hingga Even Nasional dan Dunia

Artikel Lainnya

Terkini