Disodok Isu Kontroversi Reklamasi Teluk Benoa, Ini Jawaban Giriasa

19 November 2015, 09:50 WIB

DSC 0824

Kabarnusa.com
Isu reklamasi Teluk Benoa menyedot perhatian masyarakat sehingga banyak
yang ingin mendengar langsung bagaimana sikap calon pemimpin di
Kabupaten Badung atas hal itu. Kendati tidak secara tegas mendukung atau
menolak namun pasangan Giriasa lebih memilih kata normalisasi dalam
menyelamatkan kawasan tersebut dari kerusakan.

Dalam
Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Badung Tahun 2015, Ida Ayu
Sri Widnyani salah seorang panelis langsung menohok para kandidat dengan
reklamasi Teluk Benoa yang melahirkan kontroversi di masyarakat.

Atas
pertanyaan itu, calon Wakil Bupati Badung nomor urut satu, Ketut Suiasa
mengatakan untuk menyelamatkan Teluk Benoa dilakukan dengan
normalisasi.

“Tidak ada konsep reklamasi untuk Teluk
Benoa tapi normalisasi. Reklamasi dengan normalisasi itu beda,” paparnya
Rabu (18/11/2015).

Suiasa lantas menjelaskan, konsep
normalisasi dimaksud dengan mengembalikan fungsi-fungsi lingkungan hidup
di Teluk Benoa untuk kembali normal sesuai kaidah sebenarnya.

Langkah-langkah
yang dilakukan ke arah itu kata Suiasa pertama dengan melakukan
penanggulangan agar abrasi tidak semakin meluas.

Dari
berbagai amatan dan laporan yang ada, kawasan Teluk Benoa sudah
mengalami kerusakan seperti abrasi, tergerusnya lahan mangrove hingga
pendangkalan alur. 

Langkah penting kedua, dengan mengembalikan fungsi dan penanaman hutan bakau.

“Kita harus kembalikan hutan bakau itu, karena semakin terkikis di sana,” tegas dia.

Suiasa
melanjutan, Ketiga, menyangkut keberadaan Pulau Pudut yang luasnya
disebut-sebut mencapai 8 hektar lebih dan kini tersisa 8 are, sangat
mendesak untuk dilakukan upaya-upaya dalam mengembalikan lingkungan
tersebut.

“Itulah yang kita maksud mengembalikan pada
posisi semula, harus ada langkah-langkah riil untuk pengembalian
lingkungan Pulau Pudut,” papar petinggi Partai Golkar itu.

Paparan
Suiasa cukup beralasan hanya saja, saat panelis mengejar apakah
pasangan Giriasa akan menolak ataukah mendukung reklamasi Teluk Benoa,
tidak keluar jawaban tegas selain akan mendorong mendorong normalisasi
Teluk Benoa.

“Teluk Benoa harus normalisasi, untuk memperbaiki bukan reklamasi. Itulah konsep normalisasi,” tegasnya lagi. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini