Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar rakyat dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Sleman, Dwi Wulandari, menyampaikan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap stok dan harga komoditas utama di pasar serta distributor.
Berdasarkan data Februari 2026, ketersediaan bahan pokok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca Lebaran.
Pemantauan dilakukan di beberapa pasar rakyat, antara lain Pasar Prambanan, Pakem, Godean, Tempel, Sleman, Cebongan, dan Gamping. Komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, daging sapi, daging ayam ras, cabai, bawang, jagung, dan kedelai tercatat masih tersedia dalam jumlah mencukupi.
Selain stok, Disperindag juga memonitor harga melalui Tim Harga Pangan yang melaporkan kondisi pasar setiap hari.
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras, gula pasir kemasan, minyak goreng premium, dan daging sapi relatif stabil pada awal Maret 2026. Namun, terjadi kenaikan tipis pada beberapa komoditas, dengan cabai merah naik 5,76 persen.
Sebaliknya, cabai merah besar turun hingga 8,74 persen, sementara telur ayam ras turun 3,49 persen menjadi Rp29.150 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkab Sleman melakukan pendampingan penyaluran minyak goreng Minyakita melalui distributor dan Bulog, serta menggelar operasi pasar gula pasir sebanyak 9 ton di Pasar Sleman.
Selain itu, pasar murah akan dilaksanakan di 15 lokasi pada Maret 2026 dengan dukungan APBD dan Bank Indonesia.
Disperindag juga memperketat pengawasan terhadap barang rusak, kedaluwarsa, dan bahan berbahaya di pasar maupun toko swalayan.
Pemeriksaan dilakukan sejak Februari hingga Maret 2026 guna memastikan keamanan pangan. Masyarakat diimbau tidak melakukan penimbunan bahan pokok agar tidak memicu kelangkaan.
Menjelang Lebaran, pemerintah daerah turut menyoroti kesiapan pasar tradisional, terutama kebersihan dan pengelolaan sampah.
Data kunjungan pasar hingga akhir 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan antusiasme tinggi pada kegiatan pasar murah dan pasar takjil Ramadan.
Pasar takjil digelar di lima lokasi, yakni Kejambon, Potrojayan, Sleman Unit 2, Cebongan, dan Godean. Meski sempat terjadi penurunan pengunjung di beberapa wilayah, secara umum kunjungan pasar di Sleman tetap stabil bahkan meningkat.***

