Dosen UMY: Rahasia Lailatul Qadar Dorong Umat Hidupkan Malam Ramadan

Lailatul Qadar adalah malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

12 Maret 2026, 22:41 WIB

Yogyakarta – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu momen yang paling dinanti adalah Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Talqis Nurdianto, menyampaikan Lailatul Qadar merupakan karunia besar dari Allah SWT.

Menurutnya, malam ini memiliki nilai spiritual tinggi karena setiap amalan dilipatgandakan pahalanya.

Allah SWT secara langsung menyebutkan dalam Surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

“Artinya, satu malam tersebut nilainya dapat melampaui ibadah selama puluhan tahun,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Talqis menambahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil.

Namun, tidak ada kepastian tanggal yang dapat dijadikan acuan. Para ulama menegaskan, rahasia waktu tersebut justru menjadi dorongan agar umat Islam menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadan dengan ibadah.

Ia juga menjelaskan, sejumlah riwayat menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadar, seperti suasana malam yang tenang, udara sejuk, serta matahari terbit dengan cahaya lembut pada pagi harinya.

Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak bersifat mutlak.

“Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar mengandung hikmah besar, yakni mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan,” jelasnya.

Talqis menekankan,  pencarian Lailatul Qadar bukan sekadar menunggu tanda-tanda, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Jika waktunya ditentukan secara pasti, manusia bisa jadi hanya fokus beribadah pada malam itu saja.

“Dengan dirahasiakannya waktu tersebut, umat Islam didorong untuk bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Terkini