JAKARTA, Suasana haru menyelimuti kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu 25 Januari 2026 pagi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama keluarga, kerabat, serta jajaran Basarnas melepas tiga jenazah korban kecelakaan pesawat pengawasan laut ATR 42-500 PK THT dengan penuh khidmat dan penghormatan.
Mereka adalah Ferry Irawan dan Yoga Naufal, pegawai KKP yang gugur dalam tugas, serta Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat milik Indonesia Air Transport.
“Atas nama KKP, kami menyampaikan duka yang sangat mendalam atas gugurnya pegawai dan kru pesawat ATR dalam musibah ini. Hari ini kita memberikan penghormatan terakhir kepada para syuhada yang telah berjuang menjaga sumber daya kelautan dan perikanan,” ujar Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, mewakili Menteri Sakti Wahyu Trenggono saat memimpin upacara.
Dalam kesempatan itu, Wamen Didit menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan, tim SAR gabungan, pemerintah daerah, serta tim Disaster Victim Identification (DVI) yang telah bekerja tanpa kenal lelah di lokasi kejadian.
Ia juga memohon maaf bila terdapat kekurangan dalam proses pencarian, evakuasi, hingga prosesi pelepasan.
Ferry Irawan dan Yoga Naufal gugur saat menjalankan misi pengawasan sumber daya perikanan bersama almarhum Deden Maulana, yang telah dimakamkan lebih dahulu pada 22 Januari.
Pesawat ATR 42-500 PK THT yang mereka tumpangi jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari 2026. Tragedi ini juga merenggut tujuh kru Indonesia Air Transport.
KKP memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi para pegawai dan kru pesawat.
Ferry Irawan telah mengabdi selama 18 tahun sebagai PNS KKP, sementara Yoga Naufal berperan sebagai tenaga profesional yang mendukung operasional penerbangan dan dokumentasi udara Ditjen PSDKP.
Wamen Didit memastikan seluruh hak pegawai yang gugur diberikan sesuai ketentuan, termasuk kenaikan pangkat anumerta, jaminan kecelakaan kerja, asuransi personel on board, santunan bagi keluarga, serta beasiswa pendidikan untuk anak-anak mereka.
Usai prosesi kedinasan, jenazah Ferry Irawan dimakamkan di Pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Yoga Naufal di Pemakaman Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Capt. Andy Dahananto di TPU Ranca Sadang, Tangerang, Banten.
Dengan penuh duka, KKP menghantarkan para pahlawan laut ini ke peristirahatan terakhir, meninggalkan jejak pengabdian yang akan selalu dikenan.***

