Duka PSS Sleman & SMAN 2 Jogja: Iyan Fathur, Siswa Berprestasi Gugur Saat Kawal Super Elja

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut hadir melepas kepergian almarhum menuju tempat peraduan terakhir, mengajak seluruh pelayat dan masyarakat untuk memberikan doa terbaik serta membukakan pintu maaf bagi almarhum.

20 Oktober 2026, 04:24 WIB

Yogyakarta— Suasana duka menyelimuti kediaman Iyan Fathur Ar-Rozaq (15), salah satu korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan maut rombongan suporter PSS Sleman di Tol Ngawi KM 616. Almarhum diketahui merupakan siswa aktif kelas 10 di SMA Negeri 2 Yogyakarta yang dikenal memiliki banyak prestasi.

Sejak Senin (19/10/2026) pagi, pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Sleman. Tampak hadir di antara rombongan pelayat mulai dari teman-teman sekelas almarhum, jajaran guru, hingga Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman.

Setelah disemayamkan, almarhum dimakamkan di Sasana Laya Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman pada Senin siang.

Kepala SMAN 2 Yogyakarta, Suprihatin, mengonfirmasi bahwa almarhum merupakan peserta didik aktif di sekolah tersebut. Pihaknya baru menerima kabar duka pada Minggu sore dan langsung melakukan verifikasi data siswa untuk memastikan informasi tersebut.

Pihaknya mendapatkan info kalau salah satu korban kecelakaan suporter PSS ini adalah siswa kami. Kemudian kami tindak lanjuti mengecek data siswa, dan ternyata benar Mas Iyan ini masih kelas 10.

“Tentu kami keluarga besar SMA Negeri 2 Yogyakarta merasa kehilangan yang cukup besar ya, karena anak ini termasuk anak yang memiliki prestasi dan aktif di kegiatan-kegiatan sekolah,” ujar Suprihatin saat melayat ke rumah duka, Senin (19/10/2026).

Lebih lanjut, Suprihatin menceritakan Iyan Fathur merupakan sosok pelajar yang cerdas dan aktif. Selain diterima masuk di SMAN 2 Yogyakarta melalui jalur prestasi, almarhum juga terlibat aktif dalam organisasi kesiswaan maupun ekstrakurikuler sekolah

“Anak ini termasuk anak yang pintar karena masuk di SMA Negeri 2 Yogyakarta melalui jalur prestasi. Dia juga aktif di kegiatan OSIS maupun kesiswaan, terutama di Pasukan Inti (Paskibra) SMA Negeri 2 Yogyakarta. Almarhum juga memiliki minat besar di bidang olahraga sepak bola dan futsal, bahkan belum lama ini sempat mewakili sekolah dalam ajang Futsal Series,” tambah Suprihatin.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan bentuk empati, pihak sekolah meliburkan khusus proses pembelajaran teman-teman sekelas Iyan agar dapat menghadiri pemakaman secara langsung.

Pihak SMAN 2 Yogyakarta bahkan memfasilitasi armada kendaraan sewaan untuk mengantar para siswa ke rumah duka dan pemakaman, mengingat mayoritas siswa kelas 10 belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa turut hadir melepas kepergian almarhum menuju tempat peraduan terakhir. Danang mengajak seluruh pelayat dan masyarakat untuk memberikan doa terbaik serta membukakan pintu maaf bagi almarhum.

“Mari bersama-sama kita berikan pintu maaf dengan keikhlasan hati atas segala dosa dan kesalahan almarhum Mas Iyan Fathur. Betapa sedih dan duka hati kita atas berpulangnya almarhum. Moga-moga diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima seluruh amal kebaikannya, serta diberikan tempat yang kekal di sisi-Nya,” ucap Danang.

Sebelumnya, Pemkab Sleman juga telah menyampaikan pernyataan resmi belasungkawa atas musibah tragis yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman yang hendak mendukung tim kesayangan mereka berlaga melawan Persebaya di Surabaya. Danang mengimbau agar peristiwa serupa tidak terulang kembali dan mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat mengawal tim kebanggaan
Bangsa

Danang atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada suporter PSS Sleman yang mengalami kecelakaan di jalan tol.

Mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya bagi suporter kita. Kami harap selalu menjaga ketertiban dan kehati-hatian di jalan, jaga kondisi masing-masing dan kesehatan, agar perjalanan berangkat maupun pulang selalu diberi keselamatan,” tandas Danang.

Kecelakaan maut tersebut terjadi di Tol Ngawi KM 616 pada Minggu (18/10/2026) sekira pukul 08.15 WIB. Insiden tragis tersebut merenggut empat korban jiwa dari kalangan suporter PSS Sleman, yakni Novan Dika Dwi P (19), Fakhri Maulana Al-Zaki (20), Iyan Fathur Ar-Rozaq (15), dan Rio Rahman Sahid (23).***

Berita Lainnya

Terkini