Fenomena Tanah Bergerak Rusak Belasan Rumah di Bantul, BPBD Lakukan Asesmen

11 Maret 2026, 15:19 WIB

Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bersama BPBD Bantul dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) melakukan asesmen terkait fenomena tanah bergerak yang merusak belasan rumah di Bantul.

Kejadian ini pertama kali dilaporkan pada 26 Februari 2026 setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.

Kepala BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk meneliti penyebab pergerakan tanah.

Kajian dilakukan guna memastikan faktor pemicu serta memetakan kawasan rawan agar kejadian serupa dapat diantisipasi.

Ia menegaskan fenomena ini tidak berkaitan dengan aktivitas kegempaan, melainkan dipicu curah hujan tinggi.

Peristiwa tanah bergerak terjadi di Perumahan Taman Semesta Asri, Padukuhan Guwo, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan.

Satu rumah roboh dan 19 rumah rusak, dengan 14 di antaranya tidak layak huni. BPBD Bantul mencatat delapan kepala keluarga dengan 22 jiwa terancam longsor susulan.

Panewu Pajangan, Anjar Arintaka Putra, menyebut kedalaman tanah ambles mencapai 2,5 meter dengan pergerakan sekitar 10 sentimeter per hari.

Faktor pemicu diduga meliputi kurangnya resapan air, struktur tanah gembur dan berkapur, serta minimnya terasering dan talud penahan. Seluruh warga terdampak kini mengungsi sementara.

Selain di Pajangan, pergeseran tanah juga terjadi di Perumahan Graha Sedayu Sejahtera, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu. Pergeseran sepanjang 300 meter merusak rumah dan fasilitas umum.

Lurah Argosari, Sudarno, menyebut lokasi tersebut dulunya merupakan jurang sedalam 10 meter yang diuruk untuk pembangunan perumahan.

BPBD DIY mencatat indikasi serupa di beberapa titik lain, termasuk Sedayu dan Imogiri. Fenomena tanah bergerak ini disebut baru pertama kali terjadi di DIY, meski sebelumnya pernah ditemukan sinkhole di Gunungkidul. ***

Berita Lainnya

Terkini