Gema Akulturasi Kota Garam: Barongsai Prajurit TNI Meriahkan Imlek di Lasem

Atraksi Barongsai dan Leang-Leong di Lasem dibawakan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 888 Satria Sejati.

18 Februari 2026, 09:37 WIB

Rembang– Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Lasem Kabupaten Rembang tahun ini berlangsung semarak, memadukan ritual spiritual yang khidmat dengan atraksi seni budaya yang memukau masyarakat luas.

Daya tarik utama yang mencuri perhatian warga adalah atraksi Barongsai dan Leang-Leong. Uniknya, tarian tradisional Tionghoa ini dibawakan dengan lincah oleh personel TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 888 Satria Sejati.

Gemulai gerakan naga dan ketangkasan barongsai di tangan para prajurit ini menjadi simbol nyata manunggalnya TNI dengan budaya rakyat, sekaligus menambah kemeriahan suasana pergantian tahun.

Sejak pagi, denyut nadi perayaan sudah terasa di Desa Babagan dan Karangturi. Rony Wijaya, salah satu umat Konghucu, menjelaskan rangkaian ibadah dimulai dengan prosesi Nie Mee.

Pagi – Siang: Sembahyang di Klenteng Gie Yong Bio (Babagan) dan Klenteng Poo An Bio (Karangturi).

Malam Hari: Puncak perayaan dipusatkan di Klenteng Cu An Kiong, yang merupakan sentra pemukiman Tionghoa Lasem.

Tengah Malam: Tepat pukul 23.30 WIB, umat kembali melaksanakan sembahyang syukur menyambut detik-detik pergantian tahun.

“Kami mengungkapkan rasa syukur kepada Makco Thian Siang Sing Bo atas penyertaan setahun terakhir, sembari memanjatkan doa agar Indonesia, khususnya Rembang dan Lasem, dijauhkan dari bencana,” tutur Rony melansir rembangkab.go.id 18 Februari 2026.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah semakin mempertegas predikat Rembang sebagai wilayah yang rukun.

Bupati Rembang, H. Harno, yang hadir bersama istri dan jajaran Forkopimda, disambut hangat oleh umat yang mengenakan pakaian serba merah—simbol keberuntungan dan kebahagiaan.

“Semoga kerukunan ini bisa terus terjaga. Karena dengan kerukunan inilah, kita bisa bersama-sama membangun Rembang,” ujar Bupati Harno dalam sambutannya.

Kehadiran tokoh seperti Dandim 0720 Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng dan para pimpinan DPRD menunjukkan Imlek di Rembang bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan ruang perjumpaan budaya yang mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. ***

Berita Lainnya

Terkini