UNDIP Mulai Pembangunan Tahap II Kampus Rembang, Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Baru

Pembangunan gedung Program Studi Luar Kampus Utama (PSDKU) di Rembang diproyeksikan motor ekonomi daerah mengadopsi kawasan Tembalang

18 Februari 2026, 08:55 WIB

Rembang – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi memulai pembangunan tahap kedua gedung perkuliahan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Rembang. Momentum ini ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi kampus, Desa Turusgede, utara GOR Mbesi.

Pembangunan gedung perkuliahan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Rembang tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur pendidikan, tetapi juga diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mengadopsi kesuksesan kawasan Tembalang di Semarang.

Melansir rembangkab.go.id Bupati Harno, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam mendukung ekspansi UNDIP di wilayahnya. Ia memprediksi kehadiran ribuan mahasiswa nantinya akan menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang masif.

“Jika UNDIP di sini besar, ekonomi akan ikut tumbuh. Sektor kos-kosan, kuliner, dan usaha jasa lainnya akan bergerak. Kami ingin ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Rembang,” ujar Harno Minggu (15/2)

Meskipun menghadapi keterbatasan APBD, Pemkab Rembang berkomitmen memberikan dukungan maksimal demi kemajuan kampus yang dinilai strategis bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Menanggapi pandangan mengenai kampus cabang, Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, menegaskan bahwa PSDKU Rembang memiliki standar yang setara dengan kampus utama.

Standar Mutu: Kualitas dosen, kurikulum, dan sistem evaluasi tetap mengacu pada standar pusat di Tembalang.

Status: PSDKU Rembang bukan “kampus kelas dua”, melainkan bagian integral dari reputasi akademik UNDIP.

Pengembangan Ke Depan: UNDIP membuka peluang pembukaan fakultas baru dan pembangunan tahap berikutnya, selama didukung perencanaan dan pembiayaan yang matang.

Selain dampak ekonomi, fokus utama kehadiran UNDIP adalah menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Rembang yang saat ini masih tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Tengah.

Prof. Suharnomo mendorong kolaborasi konkret melalui program strategis seperti “Satu Desa Satu Sarjana”. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi warga lokal untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus keluar daerah.

“Potensi kita besar. Ada tiga dekan di UNDIP saat ini yang merupakan putra asli Rembang. Sinergi antara Pemkab, DPRD, dan alumni harus diwujudkan dalam langkah nyata agar kampus ini benar-benar bermanfaat bagi warga Rembang,” tambahnya. ***

Berita Lainnya

Terkini