Gempa Tektonik Pacitan M6,2, Bantul Laporkan Kerusakan Rumah dan Tempat Ibadah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melaporkan sedikitnya empat titik terdampak dengan kerusakan bangunan dan korban luka

6 Februari 2026, 13:54 WIB

YogyakartaGempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur, mengguncang sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk Kabupaten Bantul, Jumat (6/2/2026) dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melaporkan sedikitnya empat titik terdampak dengan kerusakan bangunan dan korban luka.

Hingga pukul 03.45 WIB, tercatat tiga rumah warga dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan. Lokasi terdampak tersebar di Kapanewon Imogiri, Jetis, Pundong, dan Kasihan.

Kepala BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa pendataan masih berlangsung sehingga jumlah kerusakan maupun korban dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Dari laporan sementara, tujuh warga mengalami luka akibat gempa. Tiga korban dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul, tiga lainnya ke RSUD Panembahan Senopati, dan satu korban mendapat perawatan di fasilitas kesehatan lain.

Pasca-gempa, tim gabungan segera diterjunkan untuk melakukan penanganan di lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen kerusakan, pemantauan pasang surut air laut, pelayanan medis, serta pemantauan potensi gempa susulan.

Penanganan melibatkan BPBD Bantul, PMI Bantul, PSC 119, SRI Wilayah 3, RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muhammadiyah, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kalurahan, serta masyarakat setempat.

Mujahid mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah, mengingat proses pendataan masih berlangsung dan data bersifat sementara.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui kekuatan gempa menjadi magnitudo 6,2.

Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan gempa tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BMKG mencatat guncangan dirasakan cukup kuat di Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan intensitas IV MMI.

Meski demikian, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. ***

Berita Lainnya

Terkini