Gubernur Koster Ajak Guru Hasilkan SDM Unggul dan Berintegritas

23 November 2020, 22:11 WIB
sdm bali unggul 23 nov 20
Koster menyampaikan itu saat membuka workshop terkait Hari Guru
Nasional dan HUT PGRI ke-75 melalui virtual conference dari Rumah
Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin
(23/11/2020)/ist.

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak guru dan tenaga pendidik
membangun pendidikan bermutu untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM)
berkualitas, unggul dan berintegritas berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal
Bali.

Koster menyampaikan itu saat membuka workshop terkait Hari Guru Nasional dan
HUT PGRI ke-75 melalui virtual conference dari Rumah Jabatan Gubernur Bali,
Jaya Sabha, Denpasar, pada Senin (23/11/2020).

Koster mengatakan, dalam visi Pembangunan daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka
Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru“, bahwa
membangun pendidikan bermutu untuk menghasilkan SDM berkualitas, unggul dan
berintegritas menjadi salah satu prioritas utama.

“SDM Bali unggul ini benar-benar memiliki kompetensi profesional, berkualitas
dan berintegritas berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Bali yakni Sad
Kerthi,” kata Gubernur Koster.

Ia berharap dengan begitu para siswa sebagai generasi muda tidak akan mudah
terpengaruh dengan mengikuti segala nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan
kearifan lokal Bali.

Di mana nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal Bali ini
justru dapat merusak perilaku generasi muda Pulau Dewata.

Para guru diajak selain melaksanakan tugas sesuai kurikulum berlaku, juga
menanamkan pemahaman perilaku serta karakter anak didik sesuai dengan
nilai-nilai kearifan lokal, adat istiadat, seni tradisi, budaya Bali.

“Jangan sampai ajaran dari luar (tidak sesuai kearifan lokal Bali dan
Pancasila, red) masuk ke sistem pembelajaran kita. Baik secara langsung maupun
buku-buku.” pintanya.

Selanjutnya, ia pun mengingatkan agar PGRI tidak lengah apalagi hingga
terpapar nilai luar yang tak sesuai kearifan lokal Bali dan Pancasila, namun
justru ikut mengawasi agar guru-guru jangan sampai terpapar hal buruk
tersebut.

Sebab hal itu sangat penting untuk menjaga eksistensi dan keberlanjutan
nilai-nilai luhur warisan tetua di Bali, selain sekaligus pegangan untuk
menghadapi perkembangan global dan tatanan hidup dalam berbagai aspek.

Dia memohon acara workshop seperti ini tidak hanya dilakukan sebagai acara
formalitas yang hanya sekedar mengisi peringatan HUT PGRI, namun betul-betul
secara prinsip dan esensial mengisi dengan sesuatu yang penting untuk
memajukan dunia pendidikan.

“Untuk Bali secara khusus, menjaga alam budaya dan manusia Bali. Saya percaya
para guru akan memahami dengan baik hal ini, tanggung jawab secara
professional, di samping kita menjalankan program pemerintah dan kementerian
pendidikan,” jelasnya.

Pihaknya meminta semua komponen pendidikan di Bali solid dalam komunikasi dan
koordinasi dengan pemerintah daerah agar selaras dalam pembangunan Bali Salah
satunya untuk turut memahami konsep dan visi pembangunan daerah Bali, yakni
Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju
Bali Era Baru.

“Guru menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk turut serta membangun
daerah Bali. Karena penting memahami visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Diberikan pemahaman kepada para siswa, baik di dalam dan di luar sekolah
sehingga pembangunan di Bali akan betul-betul dipahami oleh anak-anak sekolah,
dipahami baik oleh seluruh generasi, ini tugas penting para guru,” terangnya.

Mantan anggota Komisi X DPR RI membidangi pendidikan ini menuturkan usai
dilantik menjadi anggota DPR RI di tahun 2004, ia langsung melibatkan PGRI
dalam merumuskan rancangan undang-undang sehingga pada tahun 2005 lahir
Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen.

Melalui perjuangan berat dan panjang akhirnya dengan adanya UU Guru dan Dosen,
tingkat kesejahteraan guru kini dirasa sudah cukup memadai.

Ketua PGRI Provinsi Bali Komang Artha Saputra dalam laporannya workshop atau
pelatihan secara daring yang dilaksanakan bertepatan dengan HUT PGRI ke-75
serta Hari Guru Nasional 2020 tersebut akan menghadirkan Prof. Dr. Eko
Indrajit, dan Gogot Suharwoto, Ph.D sebagai narasumber.

“Pelatihan ini merupakan prioritas dalam program PGRI yang dilaksanakan secara
virtual dengan 10 ribu peserta mulai tanggal 22 sampai 26 November 2020,”
jelas kepala Sekolah SMA PGRI 2 Denpasar ini.

Mengusung tema “Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju”, Artha
Saputra mengharapkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dengan tata cara
protokol kesehatan pada masa pandemi ini mampu membangkitkan semangat dan
kreativitas para guru.

Selain agenda pelatihan secara daring, menurut Artha Saputra juga diadakan
rangkaian kegiatan seperti lomba menulis hingga anugrah guru dan tenaga
pendidik berdedikasi.

“Sedangkan upacara puncak peringatan akan dilaksanakan secara virtual pada 28
November 2020 mendatang,” imbuhnya. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini