Gubernur Koster Pimpin Gerakan Bali Bersih Sampah, 27.500 Warga Bergerak Serentak

2 Maret 2026, 14:52 WIB

Denpasar – Semangat gotong royong kembali bergema di Pulau Dewata. Menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Forum Koordinasi Perangkat Daerah, Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh kabupaten/kota menggelar Gerakan Bali Bersih Sampah pada Minggu (1/3/2025).

Aksi monumental ini melibatkan lebih dari 27.500 peserta dari berbagai unsur: pemerintah daerah, TNI, Polri, ASN, instansi vertikal, siswa, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum.

Gerakan dilakukan serentak di 9 kabupaten/kota. Di Denpasar, ribuan warga memadati Pantai Padang Galak; Badung bergerak di Pantai Petitenget; Gianyar di Pantai Lembeng; Tabanan di Pantai Kelating; Bangli di sejumlah titik; Klungkung di Pantai Watu Klotok; Karangasem di Pantai Ulakan; Buleleng di Pantai Kampung Baru; dan Jembrana di Pantai Delod Berawah.

Memimpin langsung aksi di Denpasar, Gubernur Wayan Koster menegaskan  penanganan sampah kini menjadi program super prioritas mendesak.

“Penuntasan masalah sampah harus dilakukan dengan satu kesatuan pola dan tata kelola: 1 Pulau, 1 Pola, 1 Tata Kelola demi Nindihin Gumi Bali,” tegas Koster.

Ia mendorong percepatan implementasi regulasi, mulai dari Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang pembatasan plastik sekali pakai, Pergub No. 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga Surat Edaran No. 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Koster menyoroti tantangan utama: pengelolaan sampah di hulu yang belum optimal, fasilitas TPS3R/TPST yang terbatas, serta TPA yang mulai overload.

Namun ia optimis, gerakan ini akan menjadi warisan tak ternilai bagi Bali, Indonesia, bahkan dunia.

Langkah strategis yang ditekankan meliputi:

– Mengurangi produksi sampah dari sumbernya.

– Mendorong pemilahan sampah rumah tangga.

– Mengoptimalkan bank sampah dan komunitas daur ulang.

– Meningkatkan edukasi dan sosialisasi.

– Mendukung inovasi teknologi pengelolaan sampah.

Selain aksi bersih pantai, kegiatan di Denpasar juga dirangkaikan dengan peresmian Rumah Kakek Foundation, penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 siswa/mahasiswa, serta pelepasan armada penyemprotan ecoenzym.

Gerakan Bali Bersih Sampah bukan sekadar aksi simbolis, melainkan panggilan bersama untuk menjaga bumi, memperkuat budaya gotong royong, dan memastikan Bali tetap lestari bagi generasi mendatang.

 

Berita Lainnya

Terkini