Gunungkidul Siapkan Strategi Pangan Hadapi Kemarau Lebih Awal 2026

Bupati Gunungkidul Endah menekankan kolaborasi pemerintah, penyuluh dan petani agar produksi pangan stabil hadapi tantangan perubahan iklim.

11 Maret 2026, 21:04 WIB

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menyiapkan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada 2026.

Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan Pertanian di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Rabu (11/3/2026), dengan melibatkan BRIN DIY, Dinas Pertanian dan Pangan DIY, BMKG Yogyakarta, PT Pupuk Indonesia, penyuluh, serta perwakilan petani.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan perlunya kesiapan sejak dini mengingat karakteristik lahan kering di wilayah tersebut.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani agar produksi pangan tetap stabil di tengah tantangan perubahan iklim.

Selain itu, Pemkab juga menyalurkan bantuan tali asih bagi peternak yang kehilangan ternak akibat penyakit menular strategis seperti PMK dan LSD, dengan nilai bantuan Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Endah menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Pertumbuhan ekonomi Gunungkidul saat ini berada di peringkat kedua di DIY setelah Sleman. Program Gerbang Pagi (Gerakan Pangan dan Gizi) terus digalakkan untuk mendorong masyarakat menanam bahan pangan di pekarangan rumah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menambahkan sejumlah strategi teknis telah disiapkan, antara lain penggunaan varietas padi berumur pendek, percepatan olah tanah dengan bantuan alat mesin pertanian, serta perbaikan saluran drainase.

Dinas juga menyiapkan pestisida untuk pengendalian hama dan memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sebanyak 36.539 ton pada 2026.

Selain itu, Pemkab mengembangkan layanan digital pertanian melalui aplikasi Si Petani yang menyediakan informasi harga pasar dan agenda Gerakan Pangan Murah, serta aplikasi Lapor Dok untuk melaporkan ternak sakit atau mati.

Layanan kesehatan hewan juga diperkuat lewat program Si Asih Kangen yang kini hadir dalam bentuk Klinik Kesehatan Hewan dengan fasilitas pemeriksaan, pemberian vitamin, obat-obatan, hingga USG hewan secara gratis. **

Berita Lainnya

Terkini