Sleman— Memasuki hari kedua pascainsiden kebakaran hebat yang melanda pusat perlengkapan bangunan Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, situasi di lokasi kejadian masih diselimuti kepulan asap hitam.
Peristiwa yang menghanguskan bangunan tiga lantai serta satu lantai basement ini meninggalkan kerugian material yang sangat besar.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengungkapkan bahwa estimasi awal kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Angka tersebut meliputi seluruh stok barang dagangan, struktur bangunan, hingga sejumlah sepeda motor milik karyawan yang turut terbakar di area parkir.
“Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk barang dan perlengkapan di dalam bangunan serta sejumlah sepeda motor milik karyawan yang ikut terbakar. Jumlah kerugian pasti masih dalam pendataan,” ujar Argo, Jumat (2/10/2026).
Upaya pemadaman dan pendinginan yang melibatkan armada lintas wilayah serta luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihadapkan pada tantangan berat. Kasi Operasional dan Investigasi UPT Damkar Sleman, Nawa Murtiyanto, menjelaskan titik krusial berada di area basement yang menyimpan banyak material mudah terbakar.
“Kesulitannya ini titik aksesnya kecil. Kedua, bahan yang di dalamnya itu mudah terbakar semua. Jadi butuh waktu yang lama,” jelas Nawa, merujuk pada keberadaan cairan kimia seperti thinner dan barang-barang elektronik di dalam gedung.
Kendati area lantai dua dan tiga sempat dinyatakan steril, petugas sempat melaporkan adanya kemunculan nyala api kembali (re-ignition) di lantai dua ketika tim berjibaku menembus area basement.
Hingga kini, sejumlah armada pemadam kebakaran dan ambulans masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi titik api susulan.
Selain kerugian material, insiden tragis ini juga merenggut korban jiwa. Dua orang perempuan, yakni Ny. S (42) asal Marangan, Bokoharjo, Prambanan, dan Sdri. WND (20) asal Tawang Tanjungan, Tirtomartani, Kalasan, dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, sejumlah korban luka telah dievakuasi guna mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit terdekat.
Terkait pemicu pasti kebakaran, jajaran kepolisian masih melaksanakan penyelidikan mendalam melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Petugas melakukan pengamanan dan olah TKP, pemeriksaan saksi, pengecekan CCTV, serta pendalaman informasi untuk mengetahui titik awal dan penyebab pasti kebakaran,” pungkas Argo.
Menyusul kejadian ini, Polresta Sleman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca kering dan berangin.
Warga diminta untuk menghindari pembakaran sampah sembarangan di dekat bangunan, rutin memeriksa kelayakan instalasi listrik, serta segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi munculnya sumber api. ***

