Hentikan Pembangunan Hotel Berbintang di Ubud !

22 April 2014, 23:14 WIB
rafting
Rafting di Tukad Ayung Gianyar (dok.KabarNusa)

KabarNusa.com, Denpasar – Pemerintah Kabupaten Gianyar diminta segera menghentikan pembangunan hotel berbintang di Kadewatan, Ubud karena kian membuat kawasan pariwisata andalan di Bali itu menjadi bak “Hot City”

Kawasan Kabupaten Gianyar dianggap menjadi kota yang panas atau hot city sebagaimana dilontarkan Anggota Komisi III I Wayan Tagel Arjana, Selasa (22/4/2014).

Sebagai kawasan pariwisata yang tengah berkembang, Gianyar telah menjadi sasaran para investor baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kabupaten Gianyar telah berubah menjadi kawasan hot city, karena itu kami meminta dengan tegas agar pembangunan hotel berbintang khususnya di Kawasan Kadewatan, Ubud segera dihentikan,” tandasnya.

Pertimbangannya, kampung Kadewatan berdekatan langsung dengan sungai Ayung yang ternyata mengalami kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Selain menjadi kawasan padat, jalur sungai Ayung yang membelah kampung Kadewatan juga nenjadi tujuan bagi wisatawan lokal mapun asing yang ingin berwisata Rafting.

Mengacu penelitian Universitas Undiksa belum lama ini, bahwa di kawasan sungai Ayung itu sudah tercemar lingkungannya akibat pembuangan limbah hotel.

Juga, kawasannya padat sehingga disana sudah tidak sehat lagi, tidak nyaman lagi.

“Jadi tolonglah pembangungan hotel berbintang itu distop,” tukasnya.

Pihaknya meminta pemerintah kabupaten Gianyar mengkontrol lajunya pertumbuhan pembangunan hotel karena dahulu kawasan Ubud  tidak ada hotel melainkan Bungalow.

Dewan pun meminta dengan sangat agar pariwisata ke desa terus digalakkan.

“Kami meminta PHRI untuk menggalakkan pariwisata ke desa, itu sebenarnya yang harus terus kita gali dan menjadi daya tarik Bali sesungguhnya,” demikian Arjana. (gek)

Artikel Lainnya

Terkini