Badung – Perkumpulan diaspora asal Lamahala, Adonara Timur, Flores Timur yang tergabung dalam wadah Wathan Lamahala Bali, menggelar kegiatan pengajian dan tausiah yang menghadirkan penceramah Ustaz Samsul Ma’arif. Acara keagamaan tersebut diselenggarakan pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, bertempat di Perum Permata Anyar, Sempidi, Kabupaten Badung.
Dalam tausiahnya, Ustaz Samsul Ma’arif mengupas mendalam mengenai hakikat keimanan manusia serta tanda-tanda melemahnya iman seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Samsul Ma’arif mengawali ceramahnya dengan mengingatkan para jamaah bahwa hidayah merupakan anugerah yang luar biasa mahal dari Allah SWT, bahkan Nabi Muhammad SAW pun kerap menghadapi tantangan dan penolakan dalam berdakwah di masa lalu.

Ustaz Samsul Ma’arif menjelaskan hidayah adalah sesuatu yang istimewa dan menuntut umat manusia untuk senantiasa memohon petunjuk terbaik kepada Sang Pencipta, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an melalui surah Al-Fatihah (Ihdinas siratal mustaqim).
“Hidayah itu luar biasa. Mungkin kita bayangkan kalau Bapak tidak dapat hidayah, tidak mau duduk-duduk bersama membaca Yasin siang-siang seperti ini,” ujarnya yang dihadiri Ketua Wathan Lamahala Bali Abdullah Thaib dan pengurus lainnya seperti Umar Ibnu Alkhatab dan Kadir.
Ia memaparkan tingkatan iman makhluk ciptaan Allah yang sifatnya dinamis:
Iman Para Nabi dan Rasul: Iman yang terus bertambah dan dikuatkan Allah SWT secara konsisten meski diuji dengan berbagai cobaan berat.
Iman Para Malaikat: Iman yang bersifat tetap, lurus, dan konsisten karena malaikat senantiasa taat menjalankan tugas-tugas ketuhanan tanpa keraguan.
Iman Manusia: Iman yang sifatnya fluktuatif (pasang surut), kadang naik, kadang tetap, atau bahkan menurun tergantung pada amal dan ketaatan ibadah seseorang.
Lebih lanjut, Ustaz Samsul Ma’arif membeberkan beberapa indikator atau tanda yang menunjukkan melemahnya keimanan seseorang.
Di antaranya adalah kebiasaan menunda-nunda kebaikan, meremehkan amal ibadah kecil, serta mengabaikan panggilan azan padahal memiliki kesempatan untuk mendirikannya.
Umat Islam juga diingatkan agar tidak meremehkan dosa-dosa kecil serta senantiasa menjaga kedisiplinan dalam menjalankan syariat Islam.
Di akhir tausiah, Samsul Ma’arif mendoakan agar seluruh jemaah Wathan Lamahala Bali senantiasa diberikan istiqamah, kekuatan iman, serta husnul khatimah sebelum menghadap kepada Allah SWT. ***

