Ibu Ini Berhasil Selamatkan Anaknya dari Penculikan

8 April 2015, 15:49 WIB
ilustrasi%2Bculik
ilustrasi

Kabarnusa.com – Kasus percobaan penculikan terjadi di Banjar Pangkung Languan, Desa Yehsumbul, Kacamatan Mendoyo, Jembrana Bali.

Kasus
ini sempat membuat gempar warga sekitar karena baru terjadi pertama
kali di wilayah tersebut. Sayangnya pelaku berhasil melarikan diri saat
hendak ditangkap warga. Kini aparat kepolisian dari Polsek Mendoyo dan
Polres Jembrana masih memburu pelaku yang diperkirakan masih berada di
wilayah Jembrana.

Peristiwa tersebut terjadi Rabu (8/4) pukul
10.00 wita. Korbannya I Gusti Putu Sentana Adi Yoga  yang baru berumur
1,5 tahun, anak pertama dari pasangan I Gusti Komang Widiarsana (20) dan
Gusti Ayu Kade Maharani (19), warga Pangkung Languan, Desa Yehsumbul,
Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.

Informasi yang berhasil
dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban sedang berada di halaman
rumahnya bermain. Sementara ibunya sedang membuat susu di dapur dan
bapaknya sedang bekerja sebagai tukang bangunan.

Tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang tidak dikenal memegang korban dan hendak membawanya kabur.

Beruntung saat itu ibu korban melihatnya dan segera keluar dari dapur untuk mengambil anaknya dari cengkraman penculik.

Saat
itu terjadi tarik menarik antara pelaku dan ibu korban memperebutkan
korban. Pelaku sempat berhasil melarikan korban sampai jalan di depan
rumah korban.

“Korban berhasil direbut kembali ibu korban, pelaku sehingga terjatuh dan terluka di kepala
akibat benturan,” terang Kanit Reskrim Polsek Mendoyo AKP Gusti Komang
Muliadnyana, seizin Kapolsek Mendoyo AKP I Wayan Artha Ariawan, Rabu
(8/4/2015).

Setelah korban dapat direbut kembali oleh ibunya
lanjut Muliadnyana, pelaku langsung melarikan diri ke arah utara
lantaran ibu korban berteriak.

Ibu korban kemudian langsung mengajak korban ke dalam rumah karena ketakutan dan langsung mengabari suaminya melalui telpon.

Bapak
korban yang menerima kabarnya anaknya hekdak diculik bergegas pulang
dan melapor ke aparat banjar setempat yang kemudian langsung memukul
kentongan tanda bahaya.

“Setelah kentongan tanda bahaya dipukul,
warga langsung kumpul dan langsung mengejar pelaku, tapi hingga sore
pelaku belum berhasil ditangkap,” ujar Muliadnyana.

Pihaknya mengaku masih melakukan lidik terhadap kasus tersebut dan mengejar pelaku dengan menerjunkan beberapa anggota.(dar)

Artikel Lainnya

Terkini