Implementasikan Trisakti Bung Karno, Parade Tektekan Diusulkan Jadi Kalender Budaya

27 Maret 2017, 06:50 WIB
TEKTEKAN%2BKEDIRI%2B7%2BKN
Tradisi Tektekan Nangluk Merana Desa Pekraman Kediri, Tabanan (foto:humas tbn)

TABANAN – Ketua DPRD I Ketut Suryadi mengusulkan tradisi parade “Tektekan Nangluk” yang digelar Desa Pekraman Kediri dalam menyambut Hari Raya Nyepi menjadi kalender budaya tingkat kabupaten karena telah mengimplementasikan spirit ajaran Trisakti Bung Karno.

Suryadi hadir dalam Parade Tektekan-Nangluk Merana digelar Desa Pekraman Kediri, Sabtu (25/3/17) malam, bersama anggota Fraksi PDIP I Made Suarta, Kepala Dinas Kebudayaan I GN Supanji, Camat Kediri I Made Murdika, dan tokoh masyarakat Kediri seperti I Nyoman Mulyadi.

Suryadi menegaskan, komitmennya untuk mendukung kegiatan budaya yang diselenggarakan Desa Pekraman Kediri. Sebab, kegiatan inilah yang menjadi salah satu implementasi dari ajaran Trisakti Bung Karno. Terutama pada poin, berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

“Itu yang tidak boleh dihentikan dan harus dijaga oleh semua. Kita ini bangsa besar. Bangsa kaya. Tapi sekarang bangsa kita sedang dirongrong oleh yang namanya kapitalisme. Jangan sampai peradaban kita hilang. Budaya kita hilang. Strata sosial kita rusak,” tegasnya.

Karena itu, dia meminta kepada Dinas Kebudayan untuk memasukkan Parade Tektekan-Nangluk Merana sebagai kalender event kebudayaan di tingkat kabupaten. Sehingga, pelaksanaannya bisa berlangsung dari tahun ke tahun.

Kata Suryadi, apa yang telah dilakukan krama Desa Pekraman Kediri ini secara tidak langsung telah membumikan salah satu poin penting ajaran Trisakti Bung Karno.

TEKTEKAN%2BKEDIRI%2B5%2BKN

“Ini sekaligus, menjadi media konsolidasi untuk menjaga soliditas antarkrama desa pekraman,” tukasnya. Karena itu, dalam kesempatan yang sama, Suryadi juga menyatakan akan turut menyumbang sebesar Rp 10 juta untuk mendukung pelaksanaan parade Tektekan Nangluk Merana.

Diketahui, Warga Desa Pekraman Kabupaten Tabanan Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi memilih tidak membuat ogoh-ogoh layaknya desa adat lain namun menggantinya dengan tradisi parade “Tektekan Nangluk” yang bertujuan secara niskala mengusir pengaruh roh jahat, bencana hingga penyakit di wilayah mereka.

Parade Tektekan-Nangluk Merana digelar Desa Pekraman Kediri, Sabtu (25/3/2017) malam. Sebelumnya, sejak 17 Maret 2017, atraksi budaya ini digelar secara maraton dari malam ke malam di seluruh wilayah desa pekraman.

Parade tersebut dibuka resmi Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi dan berlanjut pada, Minggu (26/3/17). (gus)

Artikel Lainnya

Terkini