Ingin Miliki KTP Badung, Ini Syarat yang Diajukan Giriasa

11 November 2015, 09:47 WIB

P 20151110 191921

Kabarnusa.com – Kabupaten Badung sebagai daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Bali yang bertumpu sektor pariwisata menjadi incaran kaum pendatang dalam dan luar Bali sehingga menimbulkan problem kependudukan. Salah satu pembenahan yang dilakukan dengan menyeleksi warga yang ingin memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Badung.

Masalah kependudukan menjadi perhatian serius pasangan calon Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Ketut Suiasa (Gisiasa) jika kelak dipercaya memimpin Badung lima tahun mendatang.

Suiasa menyatakan, ada beberapa persoalan dihadapi Badung mulai pertumbuhan penduduk, kemiskinan, persoalan tenaga kerja hingga pengangguran.

“Ini tantangan Badung yang harus kita dihadapi bersama,” katanya saat menjadi pembicara pada acara “Dialog Pemuda Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan Merawat Kebhinekaan Dalam Era Global” di CIS School Dalung, Selasa, 10 November 2015.

Kata Suiasa, pertumbuhan penduduk di Badung berada diangka 4%. Angka itu merupakan tertinggi di antara daerah lainnya di Bali.

Dari angka 4%, pertumbuhan penduduk yang asli berasal dari kelahiran hanya 1%, sisanya dari penduduk urban (pendatang).

“Banyak urban yang masuk, hanya 1% yang terjadi dari proses kelahiran. Karena sektor pariwisata di Badung paling manis. Ini tantangan bagi Badung ke depan,” tutur petinggi Partai Golkar itu.

Ada beberapa hal yang akan dilakukan Pasangan Giriasa, dalam menekan pertumbuhan penduduk khususnya bagi kaum urban.

“Kita harus mengelola secara ketat management administrasi kependudukan. Artinya tidak mudah untuk mendapatkan KTP Badung,” tegas dia.

Pembenahan kedua yang akan dilakukan pasangan nomor uruyt 1 itu, terkait persyaratan untuk mendapatkan KTP.

“Bagi mereka termasuk pendatang, tidak bisa menjadi penduduk dan mendapatkan KTP, jika tidak memiliki tempat tinggal tetap atau menetap dan pekerjaan tetap,” tandasnya.

Persoalan lainnya, menyangkut kemiskinan, di mana selama ini ada kesenjangan antara Badung Utara dan Badung Selatan.

Di Badung, angka kemiskinan sekitar 2,46%. Prosentase ini tergolong terendah dibandingkan kabupaten lainnya di Bali.

“Ke depan, jika Pasangan Giriasa terpilih, targetnya menekan angka kemiskinan hingga 1%,” imbuhnya. (kto)

Artikel Lainnya

Terkini