Inisiasi Gerakan Kebiasaan Baru, Forum 2045 Dorong Pengendalian Pandemi Berbasis Partisipasi Masyarakat

9 September 2021, 09:59 WIB

IMG 20210908 190935
Ketua Forum 2045 Dr. Untoro Hariadi/Dok.Forum 2045

Yogyakarta – Forum 2045  terus mendorong pengendalian pandemi Covid-19 dengan berkolaborasi bersama banyak pihak mengambil inisiatif untuk memunculkan  dan memperkuat gerakan kebiasaan baru. 

Ketua Forum 2045 Dr. Untoro Hariadi menjelaskan untuk tahap awal gerakan ini, diselenggarakan kegiatan  Dialog Aksi, dengan tema “Bergerak Bersama Mengendalikan Pandemi Global COVID-19”. 

“Dialog Aksi, merupakan kelanjutan dari serangkaian diskusi dalam merespon kejadian lonjakan kasus akibat varian delta,” tutur Untoro dalam keterangan tertulis diterima Kabarnusa.com, Rabu 8 September 2021.

Untoro mengungkapkan, para akademisi, aktivis sosial dan tokoh mendorong agar pengendalian pandemi dilakukan dengan berbasis pada partisipasi masyarakat.

Dalam situasi di mana kasus melonjak dan mengancam sistem layanan
kesehatan primer,  tentu perhatian diarahkan untuk memperkuat “hilir”. 

Namun
dalam jangka panjang, masalah di “hulu” harus menjadi perhatian. Oleh
sebab, penyelesaian masalah hulu perlu  mendapatkan prioritas.  Pada
titik inilah pentingnya partisipasi masyarakat. 

Ditambahkan,
Ketua Panitia Dialog Aksi, Dwi Harsono, Ph.D, dialog aksi akan menjadi
ajang untuk pertama mengungkapkan persoalan-persoalan dihadapi,
khususnya di beberapa komunitas, seperti angkatan muda atau generasi
milenial, ekonomi, desa, perempuan, dan komunitas lainnya. 

Persoalan
dimaksud, baik terkait dampak pandemi maupun masalah terkait
dengan upaya komunitas dalam ikut mengendalikan pandemi.

“Kedua mendapatkan gagasan dalam rangka menggerakkan kebiasaan baru,” sambungnya.

 

IMG 20210908 WA0236

Dalam situasi di mana kasus melonjak dan mengancam sistem layanan kesehatan primer,  tentu perhatian diarahkan untuk memperkuat “hilir”. 

Namun dalam jangka panjang, masalah di “hulu” harus menjadi perhatian. Karenanya, penyelesaian masalah hulu perlu  mendapatkan prioritas.  Pada titik inilah, pentingnya partisipasi masyarakat. 

Menurut Dr. Emi Tipuk Lestari, M.Pd., pendidik dari Pontianak Kalimantan Barat, diharapkan dialog aksi membuahkan pikiran yang menjawab pertanyaan: apa yang dapat dilakukan, dan siapa saja yang sebaiknya menjadi motor dalam gerakan kebiasaan baru. 

“Dengan demikian, setelah dialog aksi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah gerakan bersama,” ucapnya.

Dalam pandangan Darmiyati, M.Pd sebagai praktisi pendidikan, untuk mendorong gerakan  kebiasaan baru, dibutuhkan pendidikan masyarakat yang luas. Pendidikan yang membangun kesadaran dan membentuk perilaku hidup sehat. 

Salah satu inisiator gerakan kebiasaan baru, Dadang Juliantara, menyatakan, hanya dengan kebiasaan baru  yang dijalankan oleh seluruh masyarakat, sebagai buah dari pengertian dan kesadaran, maka pandemi akan dapat dikendalikan sepenuhnya.

Syamsudin, S.Pd, M.A., Dekan Fisipol UP’45, menambah bahwa kampus siap untuk menjadi garda depan dalam pendidikan masyarakat. Kampus tidak saja membantu mengembangkan metode, akan tetapi akan pelibatan seluruh sivitas akademika. 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Samawa Dr. Lahmuddin Zuhri, juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dalam gerakan kebiasaan baru, yang menurutnya, perlu pelibatan komunitas  dari berbagai daerah.

Forum 2045 akan mengambil peran sebagai fasilitator bagi gerakan kebiasaan baru. Pada akhirnya gerakan kebiasaan baru, akan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk  pemerintah. 

Terutama agar kebijakan yang dikeluarkan benar-benar memperkuat gerakan kebiasaan baru. (rhm)

Artikel Lainnya

Terkini